BERITA LAINNYA
Seiring berkembangnya zaman, tren bisnis kedai kopi juga mengalami perubahan. Tidak lagi berupa warung kopi, bisnis ini berkembang menjadi coffee shop yang modern.
Baru-baru ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pelaksana harian (Plh) Direktur Polbangtan Bogor, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, dan Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPKH) Cinagara, berkesempatan mengunjungi usaha milik petani milenial bertajuk Kopi Bunar di Tasikmalaya pada Sabtu 21 Oktober 2023.
Dhani, pemilik Kopi Bunar tak hanya mengembangkan di sektor hilir saja, tapi saat ini sudah memiliki 30 hektar lahan kopi. Selain kopi, Bunar juga potensial untuk komoditas teh, dan gula aren.
Ia pun telah menjadi salah satu penerima manfaat program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) besutan Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan memadukan kopi, teh dan gula semut dalam kemasan kopi siap saji dan kopi bubuk dalam kemasan.
Program YESS merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD), hadir mendukung pengembangan bisnis khususnya petani milenial. Ada 5 wilayah PPIU di Indonesia, salah satunya Polbangtan Bogor sebagai PPIU Jawa Barat.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan sentuhan program YESS hanya untuk memancing saja, peran sebenarnya berada di daerah.
Menurutnya, untuk pengembangan bisnis kedepannya perlu bensin yg cukup. KUR menjadi penting agar bisa melaju lebih cepat lagi. Kalau sekarang masih di gigi 1, tahun depan dengan intervensi KUR kecepatan roda bisnis mulai start di gigi 2.
Dedi menambahkan, bahwa setiap produk olahan pertanian pasti memiliki ciri khas tersendiri. “Sama-sama kopi jika dihidangkan oleh orang yang berbeda dan tempat yang berbeda maka nilainya akan menjadi lebih tinggi”, sebut Dedi.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Polbangtan Bogor, Rudi Hartono, mengatakan Polbangtan Bogor berupaya menghasilkan qualified job creator dalam rangka menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda di lapangan.
Petani yang berpendidikan sarjana dan diploma, tentunya akan mampu mengadopsi smart farming. Perlu sinergi mendidik generasi di Polbangtan dengan wirausaha-wirausaha startup yang sedang diintervensi oleh program YESS.
























Discussion about this post