BogorOne.co.id | Sungai Penuh – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda pertanian unggul dengan menggelar Pembekalan Brigade Pangan di Kota Sungai Penuh.
Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Armen SP, Kepala BRMP Kementan Provinsi Jambi, Firdaus SP, MP, serta Widyaiswara Madya Bapeltan, Irwanto, S.ST, MP.
Para peserta mendapatkan materi strategis mulai dari pendampingan Brigade Pangan, pembukuan dan literasi keuangan, hingga manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Seluruh materi dirancang untuk memperkuat keterampilan teknis sekaligus kemampuan manajerial, sehingga para peserta siap berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting dalam pembangunan pertanian Indonesia.
“Swasembada pangan hanya bisa terwujud jika kita menyiapkan SDM pertanian yang tangguh, inovatif, dan berjiwa wirausaha. Brigade Pangan adalah ujung tombak, dan saya bangga melihat semangat para peserta yang siap mengabdi untuk bangsa,” ujar Mentan.

Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas melalui pendidikan vokasi.
“Program ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan, keterampilan teknis, dan manajerial generasi muda. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu bertani, tetapi juga mengelola usaha tani secara modern dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi vokasi, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian.
“Polbangtan Bogor berkomitmen mencetak insan pertanian yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga mampu menjadi inovator dan pemimpin dalam bidang pangan. Kehadiran Brigade Pangan di Sungai Penuh ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan wirausaha muda pertanian,” tegas Yoyon.
Kehadiran para pejabat dan narasumber berkompeten dalam kegiatan ini semakin memperkokoh sinergi lintas lembaga.
Diharapkan, pembekalan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga melahirkan insan pertanian yang inovatif, mandiri, serta siap memperkuat peran Brigade Pangan sebagai garda terdepan swasembada pangan. (Adv)
























Discussion about this post