BogorOne.co.id | Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto mulai menuai sorotan. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana menghadapi sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari kasus keracunan, temuan benda asing dalam makanan, hingga kritik soal kualitas menu.
Sepanjang Januari–September 2025, lebih dari 5.000 penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan. Kasus paling menonjol terjadi di Cipongkor, Bandung Barat, yang ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyebut sebagian besar kasus terkait higienitas, suhu penyimpanan, dan teknik pengolahan pangan.
“Masih ada satuan pelayanan pemenuhan gizi yang belum sepenuhnya mematuhi standar operasional prosedur,” kata Nanik dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 3 Oktober 2025.
Selain keracunan, sejumlah sekolah melaporkan temuan benda asing. Di Batam, serpihan kaca diduga berasal dari peralatan dapur, sementara ulat pada bahan pangan ditemukan di beberapa daerah lain.
Kritik juga mengarah pada menu yang dinilai belum sesuai ekspektasi. Foto makanan yang beredar di media sosial menimbulkan perdebatan publik soal efektivitas penggunaan anggaran.
“Menu seharusnya benar-benar mencerminkan gizi seimbang, bukan sekadar mengenyangkan,” ujar seorang pengamat pangan.
BPOM mencatat higienitas dan kontaminasi silang di dapur penyedia makanan masih menjadi titik rawan. BGN mengakui tata kelola di tingkat pelaksana lapangan perlu diperkuat.
Tak hanya soal teknis, transparansi anggaran turut disorot publik. Walau belum ada temuan hukum, opini masyarakat di media sosial menyoroti efektivitas dana besar yang digelontorkan. BGN menyatakan telah bekerja sama dengan Kepolisian, BIN, dan BPOM untuk melakukan investigasi. Sejumlah dapur bermasalah ditutup sementara untuk evaluasi.
Program MBG dipandang sebagai investasi kesehatan generasi muda. Namun, pelaksanaan di lapangan menunjukkan perlunya pengawasan ketat dan penyempurnaan tata kelola agar tujuan program tercapai.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post