BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor -Dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subiyanto dibidang Swasembada Pangan Dan Ketahanan Pangan Nasional ditahun 2025, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane menuntaskan 171 titik saluran irigasi tersier tahap pertama.
Pembangunan jaringan irigasi untuk mengairi sektor pertanian itu dibangun di Tangerang dan Bogor dengan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dikedua wilayah, sebagai eksekutor pekerjaan.
Proyek tersebut merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Direktorat Jendral Sumber Daya Air (DJ-SDA) yang membawahi BBWS Ciliwung Cisadane dalam mendongkrak produktifitas pertanian dikedua wilayah.
Konsultan Management Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Saefudin mengatakan, pembangunan 171 titik saluran irigasi tersier dimulai sejak Agustus 2025 dan menjelang akhir Oktober seluruh pekerjaannya selesai.
Dijelaskannya bahwa dari evaluasi akhir dilapangan, tidak dipungkiri ada beberapa titik pekerjaan yang belum tuntas 100 persen.
“Hal itu kami anggap wajar, mengingat keterlambatan pekerjaan disebabkan oleh langkanya material Batu Belah dari tambang di Cigudeg, Lebakwangi dan Parung Panjang yang aktifitasnya dihentikan sementara oleh pemerintah Propinsi Jawa Barat,” kata Saefudin kepada BogorOne.co.id, Senin 20 Oktober 2025.
Pihaknya mencatat ada beberapa pekerjaan lain yang juga proses finishing-nya belum rampung, namun sekali lagi, pihak Balai memakluminya, karena selain dipicu oleh kelangkaan batu belah.
“Beberapa kelompok petani P3A juga kesulitan dalam mencari tenaga kerja yang berasal dari kelompok petaninya itu sendiri,” tegasnya.
Sesuai catatan Balai BWS Ciliwung Cisadane dilapangan, dimana kesemua saluran irigasi tersier tahap satu yang sudah tuntas dikerjakan secara global hasilnya memuaskan.
Masih kata dia, perlu digaris bawahi, bahwa program pembangunan 171 titik saluran irigasi ini, merupakan upaya dari Balai Besar Ciliwung Cisadane dalam merubah Mainset petaninya untuk menjadi pelaksana pembangunan dalam rangka memajukan usaha pertanian.
“Ya, dengan lancarnya irigasi tersebut, yang awalnya petani cuma mampu Panen satu kali dalam setahun, kini diharapkan bisa panen tiga kali disetiap tahun”,tandasnya.
Sentara Pendamping Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Bogor Suherman menambahkan, pembangunan saluran irigasi tersier tahap pertama di Kabupaten Bogor maupun di Tangerang ini merupakan usulan warga melalui musyawarah tingkat desa (Musdes).
“Dibangunnya 171 titik Saluran Tersier se Bogor dan Tangerang oleh BBWS Ciliwung Cisadane yang dikerjakan kelompok Petani P3A ini pengajuan saat Musdes,” pungkasnya.
Sementara Sutikno ketua Petani P3A Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Jawa Barat, yang hasil pekerjaan Saluran Irigasi Tersiernya mendapat Kunjungan langsung David Partonggo Oloan Marpaung, kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, mengaku senang.
Editor : Jef Sukapura
























Discussion about this post