BogorOne.co.id | Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak mempermasalahkan keikutsertaan Iran pada Piala Dunia 2026 di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Kepada Politico, Trump menanggapi isu partisipasi Iran secara singkat.
“Saya benar-benar tidak peduli,” ujarnya.
Dikutip dari BBC, Trump juga menyebut Iran sebagai “negara yang sangat kalah” dan menilai posisi negara tersebut sedang melemah.
Pernyataan itu disampaikan ketika situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Amerika Serikat bersama Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan menargetkan sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk.
Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, berkolaborasi dengan Kanada dan Meksiko. Turnamen ini menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara.
Iran telah memastikan lolos ke putaran final untuk keempat kalinya secara beruntun. Dalam jadwal fase grup, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, sebelum melakoni laga terakhir melawan Mesir di Seattle.
Sebelumnya, Iran tetap berpartisipasi dalam ajang internasional meski terjadi serangan terhadap fasilitas nuklirnya. Namun eskalasi konflik terbaru memunculkan ketidakpastian baru.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dilaporkan menyatakan situasi saat ini menyulitkan pihaknya untuk memandang Piala Dunia dengan optimistis. Ia mengatakan otoritas olahraga nasional akan mengevaluasi langkah yang perlu diambil terkait partisipasi tim nasional.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan komitmen federasi untuk memastikan turnamen berlangsung aman.
“Fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua negara,” katanya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai kemungkinan perubahan status keikutsertaan Iran. Namun dinamika politik yang terus berkembang berpotensi memengaruhi perjalanan tim nasional Iran menuju turnamen tersebut.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post