BogorOne.co.id | Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan memanggil para importir kedelai dalam waktu dekat menyusul kenaikan harga komoditas tersebut di pasar domestik.
“Nanti, mungkin minggu depan pemanggilan terhadap importir kedelai,” kata Amran, Kamis, 9 April 2026.
Ia menyebut telah memerintahkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan pelaku usaha guna mengendalikan harga.
Menurut Amran, stabilitas harga pangan strategis perlu dijaga, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga di dalam negeri.
“Dirjen Tanaman Pangan sudah saya perintahkan untuk cepat berkomunikasi. Jangan sampai membebani rakyat di saat kondisi geopolitik memanas,” ujarnya.
Amran menilai sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan kelapa sawit untuk kebutuhan biodiesel masih dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, berharap kondisi serupa juga dapat dijaga pada komoditas kedelai.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik distribusi yang merugikan pasar, seperti pada kasus gula rafinasi yang berdampak pada harga gula konsumsi.
“Kami paham jika ada kenaikan harga, tetapi jangan seperti kasus rafinasi,” kata dia.
Sebelumnya, Amran meminta importir tidak menaikkan harga kedelai secara berlebihan agar tidak memberatkan pelaku usaha kecil, termasuk perajin tahu dan tempe.
Pemerintah saat ini masih mendalami penyebab kenaikan harga kedelai dan menyiapkan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post