BogorOne.co.id | Beijing – Mixue Group mengurangi jumlah gerainya di luar China sebanyak 89 gerai sepanjang semester I 2026. Penyusutan jaringan terjadi ketika perusahaan minuman dan makanan asal China itu mulai mengubah strategi ekspansi dengan mengutamakan kualitas operasional gerai.
Vietnam dan Indonesia menjadi dua pasar yang terdampak dalam penyesuaian tersebut. Keduanya merupakan pasar luar negeri terbesar Mixue. Namun, perusahaan tidak merinci jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara.
Dilansir dari VnExpress, Mixue menyebut pengurangan gerai di Vietnam dan Indonesia dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas operasional. Strategi tersebut dinilai perusahaan dapat menopang pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Di tengah penataan jaringan gerai, kinerja keuangan Mixue pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan, tetapi laba justru tertekan. Pendapatan perusahaan naik 2,3 persen secara tahunan menjadi 15,2 miliar yuan atau sekitar US$ 2,26 miliar.
Adapun laba bersih turun 15 persen secara tahunan menjadi 2,32 miliar yuan. Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya beban pokok penjualan serta biaya penjualan dan distribusi.
Per 30 Juni 2026, Mixue mengoperasikan 63.987 gerai di seluruh dunia. Sebanyak 59.609 gerai berada di China daratan, sedangkan sisanya tersebar di sejumlah pasar internasional.
Vietnam dan Indonesia menjadi pasar terbesar Mixue di luar China. Berdasarkan prospektus penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong pada awal 2025, Mixue memiliki 1.304 gerai di Vietnam per September 2024.
Mixue mulai masuk ke Vietnam pada 2018. Perusahaan pada awalnya memusatkan ekspansi di Hanoi dan sejumlah provinsi di Vietnam bagian utara sebelum memperluas jaringan ke wilayah lain.
Di pasar internasional, Mixue belakangan juga menggeser strategi format gerainya. Perusahaan mulai mengurangi ketergantungan pada gerai berukuran kecil dan mendorong format toko yang lebih modern serta luas, terutama di lokasi-lokasi utama.
Produk Mixue yang dijual antara lain limun, es krim, teh susu, dan teh buah.
Meski memangkas sebagian jaringan gerai, Mixue belum mengendurkan ambisi ekspansinya di luar China. Perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan bisnis di Asia Tenggara sekaligus menjajaki pasar baru di Asia Tengah dan kawasan Amerika.
Mixue juga berencana menyesuaikan pengelolaan bisnis dengan karakteristik masing-masing pasar internasional. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat operasional setelah ekspansi jaringan yang agresif.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post