BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dewan minta pengerjaan revitalisasi Gedung Perpustakaan Daerah (eks gedung dewan-red) yang menelan duit rakyat sebesar Rp14 Miliar itu dipercepat. Seperti diketahui progres pengerjaan saat ini baru mencapai 29,75 persen sementara pengerjaan harus selesai akhir tahun.
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, pihak kontraktor jangan terlena dengan capaian pengerjaan tersebut. Mengingat pada November dan Desember intensitas curah hujan akan semakin tinggi dan akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pengerjaan.
“Kalau bisa lebih cepat selesai dibanding target yang ditetapkan. Jadi mumpung sekarang masih kemarau, jadi perlu dipercepat,” kata Atang, Selasa (07/09/21).
Disinggung mengenai penambahan lantai. Atang meminta agar pelaksana proyek melaksanakan pengerjaan sesuai dengan DED dan kualifikasi.
“Kita akan terus awasi, apakah perencanaan pengerjaan yang dilakukan sesuai perencanaan dengan spesifikasinya atau tidak, karena tentu dengan 4 lantai pasti akan punya implikasi yang cukup panjang terutama dengan keselamatan dan lain lain. Saya kira ini sama sama kita awasi bersama,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP), Thoriq Nasution meminta pelaksana pekerjaan harus melakukan perhitungan secara matang terhadap konstruksi pondasi.
Sebab, kata dia, dalam proyek tersebut, pondasi gedung sebelumnya masih dipertahankan. “Penghitungan beban harus dilakukan dengan matang. Sebab, akan riskan, sebab pondasi awal gedung eks DPRD hanya diperuntukan untuk dua lantai setengah,” ujar Thoriq.
Thoriq menuturkan, pelaksana proyek harus mengetahui pondasi peruntukan bangunan awal. “Bangunan awal itu sudah di peruntukan nggak untuk penambahan lantai. Kalau belum ya artinya harus dibuat pondasi dulu,” tegas dia. (Fry)























Discussion about this post