BogorOne.co.id | Tel Aviv – Penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv berubah menjadi situasi darurat setelah seorang pilot ditikam di dalam kokpit. Pilot yang terluka itu kemudian membuka akses kokpit sehingga penumpang dan awak pesawat dapat melumpuhkan penyerang yang diduga hendak mengambil alih pesawat.
Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 tersebut akhirnya mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi, dengan membawa lebih dari 170 penumpang. Hampir seluruh penumpang merupakan warga Israel.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 30 September 2026. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, pada pukul 07.05 waktu setempat menuju Bandara Ben-Gurion, Tel Aviv.
Sekitar 2,5 jam setelah lepas landas, pesawat mengalami penurunan drastis ketika berada di wilayah udara Arab Saudi. Data Flightradar24 menunjukkan pesawat turun lebih dari 17.000 kaki atau sekitar 5.000 meter dalam waktu kurang dari dua menit.
Pesawat kemudian mengirimkan kode darurat 7700 melalui transponder. Beberapa menit berselang, kode itu berubah menjadi 7500, yang digunakan untuk menandai dugaan pembajakan.
Sekitar 20 menit setelah kode tersebut dikirimkan, pesawat berbalik arah menuju Arab Saudi. Pesawat kemudian melakukan penurunan secara manual sebelum mendarat di Tabuk.
Kurang dari satu jam setelah itu, pesawat kembali mengirimkan kode darurat 7700.
Dalam situasi tersebut, pilot yang ditikam, Kapten Smit Machchhar, warga negara India, disebut berupaya mempertahankan kendali pesawat. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi.
Kedutaan Besar India di Arab Saudi menyatakan kondisi Machchhar stabil.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut tindakan Machchhar membantu mencegah kecelakaan yang lebih besar.
“Meskipun ditikam dan terluka parah, ia melawan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang dan awak pesawat untuk mengalahkan penyerang,” kata Netanyahu melalui akun X-nya.
Menurut Netanyahu, Machchhar menyelamatkan 174 orang yang berada di dalam pesawat, termasuk warga Israel dan negara lain.
Belum diketahui motif penyerangan tersebut. Pilot yang ditangkap kini menjalani pemeriksaan oleh otoritas Arab Saudi.
Netanyahu mengatakan kepada Fox News bahwa pelaku diperkirakan akan dibawa ke Uni Emirat Arab, tempat pesawat tersebut memulai penerbangannya. Israel, kata dia, kemungkinan ikut dalam penyelidikan.
Sementara itu, setelah insiden terjadi, angkatan udara Israel dan Arab Saudi mengerahkan jet tempur. Netanyahu juga menggelar rapat konsultasi darurat untuk membahas insiden tersebut.
Para penumpang akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tel Aviv menggunakan penerbangan repatriasi dan tiba pada Rabu.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post