BogorOne.co.id | Jakarta – Atlet pickleball Indonesia, Angie Bong, mengaku mengantongi 60 medali dari berbagai turnamen di luar negeri dalam setahun terakhir. Namun, di balik torehan tersebut, Angie justru menghadapi persoalan dukungan pendanaan.
Ia mengatakan sponsor yang mendukung perjalanan kariernya sebagai atlet pickleball justru berasal dari perusahaan asing. Sementara itu, upayanya mendapatkan dukungan dari perusahaan Indonesia belum membuahkan hasil.
Keluhan itu disampaikan Angie melalui media sosial pada Kamis, 1 Oktober 2026. Ia mengaku kecewa karena prestasi yang diraihnya saat membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional belum membuat perusahaan dalam negeri tertarik memberikan dukungan.
“Setahun gue menjadi atlet pickleball gue sudah mengumpulkan 60 medali di luar negeri, sedih banget sama nasib gue,” kata Angie.
Menurut Angie, seluruh sponsor yang saat ini mendukungnya berasal dari perusahaan asing. Ia menyebut belum ada perusahaan Indonesia yang menjadi sponsornya.
“Dari semua sponsor yang masuk ke gue, semuanya dari perusahaan asing. Sedangkan dari Indonesia nol besar!” ujarnya.
Angie mengatakan dukungan sponsor bukan sekadar persoalan pembiayaan. Baginya, dukungan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan karier atlet yang harus mengikuti berbagai turnamen internasional dengan membawa nama Indonesia.
“Padahal, gue membawa Indonesia menjadi wakil di kejuaraan pickleball sedunia. Jangan mau menjadi atlet Indonesia,” kata dia.
Ia bahkan mengungkapkan kondisi yang menurutnya cukup ironis selama mengikuti pertandingan internasional. Angie mengatakan keterbatasan dukungan dari Indonesia membuatnya harus menggunakan bendera negara lain yang menjadi bagian dari dukungan sponsornya.
“Semiris apa perjalanan gue satu tahun di pickleball dengan 60 medali, semiris ketika gue harus menggadaikan bendera Indonesia menjadi bendera Vietnam dan Kanada saat pertandingan internasional,” ujarnya.
Angie mengaku sudah mencoba mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah perusahaan Indonesia. Namun, hingga kini, menurut dia, belum ada perusahaan lokal yang memberikan dukungan.
“Sedih itu sudah pasti, kecewa iya. Gue pun sudah mengajukan bantuan ke perusahaan Indonesia tetapi satu pun tidak ada yang melirik!” kata Angie.
Ia mempertanyakan situasi tersebut ketika kemenangan di podium tidak diikuti dengan hadirnya nama Indonesia dalam sambutan atau dukungan sponsor.
“Ketika kemenangan di podium tidak ada Indonesia dalam sambutan? Why? Karena semua sponsor gue adalah dari negara lain. Miris sekali menjadi atlet di negara ini,” tuturnya.
Meski kecewa, Angie mengatakan dirinya tidak berniat menghentikan kariernya sebagai atlet pickleball. Ia menyebut Federasi Pickleball Indonesia tetap memberikan dukungan terhadap perjalanan kariernya di ajang internasional.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post