BogorOne.co.id | Sumedang – Yogi Saparudin, 35 tahun, pengemudi taksi online yang akrab disapa Ogin, ditemukan tewas terkubur di kawasan Perkebunan Teh Margawindu, Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad, 11 Oktober 2026. Sebelum ditemukan, Yogi dilaporkan hilang kontak sejak menerima pesanan perjalanan pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Rekan-rekan sesama pengemudi taksi online menduga Yogi menjadi korban jebakan melalui pesanan fiktif. Kecurigaan itu muncul setelah korban tak kunjung memberi kabar dan mobilnya ditemukan terparkir di kawasan Peusar, Desa Baginda, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Ari Prabawa, salah seorang rekan korban, mengatakan Yogi terakhir diketahui menerima pesanan menuju kawasan galian pasir di kaki Gunung Tampomas. Sejumlah pengemudi kemudian menelusuri keberadaan korban setelah keluarga dan rekan-rekannya gagal menghubungi dia.
Menurut Ari, para pengemudi mencurigai pola pesanan melalui aplikasi InDrive yang diduga digunakan untuk mencari sasaran. Ia menyebut sejumlah pesanan terlihat diterima, kemudian dibatalkan.
“Diindikasikan itu orderan fiktif. Jadi, memang ada beberapa orderan di aplikasi InDriver, itu kayak sudah diterima, terus di-cancel, kayak nyari mangsa,” kata Ari pada Ahad, 11 Oktober 2026.
Kecurigaan bertambah ketika rekan-rekan Yogi menemukan mobil korban di kawasan Peusar. Seseorang yang berada di lokasi menyatakan mobil itu sedang digadaikan. Namun, menurut Ari, keterangan orang tersebut berubah-ubah ketika dimintai penjelasan lebih lanjut.
Ari juga mengungkapkan informasi yang diterimanya mengenai dugaan keterlibatan dua orang dalam kasus tersebut. Salah seorang di antaranya disebut mengaku sebagai sahabat Yogi. Pengakuan itu membuat rekan-rekan korban tidak menaruh curiga.
“Dia bilang sahabat Bogin, jadi dekat sama Bogin. Kami percaya saja karena kan driver online,” ujar Ari.
Yogi berasal dari Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang. Ia dikenal oleh rekan-rekannya sebagai sosok yang mudah bergaul dan kerap membantu teman. Ari mengaku tak menyangka rekannya mengalami kejadian tersebut.
Jenazah Yogi ditemukan dalam kondisi terkubur di dekat sebuah gubuk di area perkebunan teh. Rekan-rekan sesama pengemudi menduga kematian korban berkaitan dengan perampokan atau pembegalan, meski dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian.
Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang telah mengamankan dua orang terduga pelaku. Keduanya masih diperiksa untuk mendalami motif serta mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Yogi meninggal dunia.
Rekan-rekan korban berharap polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post