BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil mencatatkan capaian investasi yang signifikan. Pada 2025, Kabupaten Bogor menempati peringkat ketiga realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, serta berhasil menyerap 55.438 tenaga kerja, menempatkan Kabupaten Bogor di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi.
Capaian tersebut memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu wilayah strategis penyangga ibu kota sekaligus penggerak perekonomian Jawa Barat. Dengan populasi lebih dari 5,7 juta jiwa sebagai potensi pasar dan tenaga kerja produktif, Kabupaten Bogor memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan investasi di berbagai sektor unggulan.
Pemkab Bogor terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan strategis, serta peningkatan kualitas pelayanan perizinan.
Kabupaten Bogor memiliki potensi wilayah yang luar biasa, didukung letak yang sangat strategis, sumber daya yang melimpah, serta komitmen kuat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan kemitraan yang solid antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi pengembangan wilayah, Kabupaten Bogor memiliki rencana peruntukan kawasan industri seluas 9.278 hektare yang tersebar di 16 kecamatan. Selain itu, terdapat rencana peruntukan kawasan pariwisata seluas 8.105 hektare di 17 kecamatan, kawasan peternakan seluas 664 hektare di 10 kecamatan, kawasan perikanan budi daya seluas 992 hektare di delapan kecamatan, serta kawasan pertambangan dan energi seluas 1.337 hektare di delapan kecamatan.
Perencanaan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi wilayah sesuai karakteristik dan kebutuhan pengembangan ekonomi daerah.
Pengembangan investasi juga diarahkan berdasarkan potensi masing-masing kawasan. Di wilayah timur, seperti Klapanunggal, Cileungsi, Gunung Putri, hingga Jonggol, pengembangan industri dan manufaktur terus menjadi salah satu penggerak ekonomi.
Kawasan ini memiliki potensi untuk mendukung industri bernilai tambah, pusat inovasi, serta aktivitas logistik regional. Sementara itu, wilayah barat, termasuk Tenjo dan Parung Panjang, diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan hunian mandiri dan pusat logistik yang terkoneksi dengan pusat-pusat ekonomi nasional.
Selain sektor industri, Pemkab Bogor turut mendorong pengembangan pariwisata yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Potensi wisata alam dan Desa Konservasi Malasari menjadi bagian dari upaya mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian ekologi.
Pengembangan berbagai sektor tersebut didukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan, guna memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan konektivitas antarkawasan.
Untuk meningkatkan kemudahan berusaha, Pemkab Bogor melalui pelayanan perizinan juga mengoptimalkan transformasi digital. Pemanfaatan sistem OPTIMIS DPMPTSP, integrasi dengan Online Single Submission (OSS), serta pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses perizinan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan responsif. Dengan demikian, pelaku usaha dan calon investor memperoleh kemudahan layanan serta kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Ke depan, Kabupaten Bogor juga memiliki peluang pengembangan investasi di sektor olahraga dan pariwisata melalui rencana pembangunan pusat olahraga terpadu berskala internasional di Rancabungur pada lahan sekitar 750 hektare.
Rencana tersebut diproyeksikan menjadi peluang pengembangan industri olahraga, pariwisata, dan investasi, sekaligus membuka potensi kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat apabila direalisasikan.
Investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan.
Melalui berbagai potensi wilayah, dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta kolaborasi dengan dunia usaha, Pemkab Bogor terus mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Capaian realisasi investasi 2025 dan penyerapan 55.438 tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting kontribusi investasi terhadap perekonomian daerah, sekaligus mendorong terbukanya peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post