BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Hujan yang mulai rutin mengguyur Kabupaten Bogor sejak awal Oktober 2026 belum mengakhiri krisis air bersih di sejumlah wilayah. Sebanyak 1.229 warga di dua kampung di Kecamatan Tanjungsari masih kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari akibat berkurangnya pasokan dari sumber mata air.
Warga terdampak tersebar di Kampung Nagrak dan Kampung Kebon Jambe, Desa Antajaya. Di tengah hujan yang mulai turun hampir setiap sore, ketersediaan air bersih di kedua kampung itu belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, penurunan debit atau ketersediaan air dari sumber mata air menjadi penyebab warga masih membutuhkan bantuan pasokan air bersih.
“Jumlah warga terdampak di Kampung Nagrak mencapai 180 kepala keluarga atau 542 jiwa. Adapun di Kampung Kebon Jambe sebanyak 230 KK atau 687 jiwa,” kata Adam, Selasa, 13 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, kesulitan air bersih itu berdampak terhadap 410 keluarga atau 1.229 jiwa. Kondisi tersebut membuat warga belum sepenuhnya dapat mengandalkan sumber air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 5.000 liter air bersih ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut dikirim dalam satu ritase untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Meski distribusi air telah dilakukan, Adam mengatakan persoalan ketersediaan air bersih masih memerlukan perhatian. Warga di kedua kampung itu belum sepenuhnya terbebas dari kesulitan memperoleh pasokan air.
Kondisi ini menunjukkan bahwa turunnya hujan belum serta-merta memulihkan ketersediaan air bersih di wilayah terdampak. Bantuan distribusi air masih diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama pasokan dari sumber mata air belum mencukupi.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post