BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Polisi masih mendalami motif pembacokan yang menewaskan ARK, 16 tahun, seorang Bobotoh Persib Bandung asal Tamansari, Kabupaten Bogor. Tersangka berinisial MR, 25 tahun, telah ditangkap. Namun, kepolisian belum mengungkap secara rinci alasan pelaku menyerang korban dengan senjata tajam jenis celurit.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, tersangka bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola yang dikaitkan dengan kasus tersebut dalam isu yang beredar di masyarakat.
“Masih kita dalami. Yang pasti, bukan suporter yang diisukan dan sebagainya,” kata Arfan pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut Arfan, berdasarkan informasi awal yang diperoleh penyidik, pelaku diduga sengaja membacok korban di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Polisi masih menelusuri kronologi kejadian dan motif di balik serangan tersebut.
Arfan mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika pelaku melintas setelah menonton pertandingan sepak bola. Namun, polisi belum menjelaskan secara terperinci apa yang mendahului pembacokan tersebut.
“Jadi, pada saat melintas setelah habis menonton, dia langsung melihat dan melakukan tindakan,” ujar Arfan.
Polisi telah mengamankan MR yang diduga menjadi pelaku utama dalam pembacokan tersebut. Penyidik kini menangani perkara itu sebagai tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
“Kami sudah mengamankan pelaku yang terkait dengan kasus ini, yang bisa disebut sebagai kenakalan remaja ataupun tindak pidana yang menghilangkan nyawa,” kata Arfan.
Meski tersangka telah ditangkap, penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan motif dan latar belakang kekerasan yang menewaskan korban.
Polisi Perketat Pengamanan Jalur Pertandingan
Di tengah penyidikan kasus tersebut, Polres Bogor juga memperketat pengamanan jalur yang berpotensi dilalui penonton dan suporter sepak bola. Pengamanan dilakukan saat pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC berlangsung.
Arfan mengatakan, personel ditempatkan di sepanjang jalur mulai dari perbatasan Kota Bogor hingga ke arah Jakarta. Pengamanan itu melibatkan kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan.
Menurut dia, penempatan personel tidak hanya berfokus pada area stadion, tetapi juga mencakup jalur yang digunakan penonton untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga kelancaran lalu lintas.
“Dengan melibatkan personel polisi, rekan-rekan dari TNI, maupun Dishub, kami melakukan penebalan pengamanan di jalur. Jadi, pengamanan bukan hanya berfokus pada stadion,” ujar Arfan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post