BogorOne.co.id | Bogor Selatan – Angka perceraian di wilayah Kecamatan Bogor Selatan tahun 2022 minim. Hal itu diungkapkan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Subhan Syarif, Selasa 10 Januari 2023.
Menurut Subhan, rata-rata yang akan mengurus perceraian itu langsung ke pengadilan, sehingga angka realnya ada di pengadilan agama Kota Bogor.
Tetapi kata dia, mestinya memang ada himbauan ke KUA, sebab barangkali masih ada tahapan mediasi sehingga akhirnya berujung damai.
“Tapi kenyataannya yang mau mengajukan gugatan mayoritas langsung ke pengadilan. Kalau dulu kan ada pemberitahuan karena masih satu atap di bawah mahkamah agung,” ujar kepala KUA Bogor Selatan, saat di temui BogorOne.
Lanjut Subhan, tahun 2022, data kemarin memang di pengadilan sekitar kurang lebih 2000 orang kasus perceraian se-kota Bogor. Terbesar, yakni Bogor Barat, Tanahsareal, untuk Bogor selatan tidak terlalu banyak.
Menurut dia, penyebab atau yang menjadi faktor terjadinya perceraian secara garis besar nya mereka kerja di luar Bogor yang berangkat pagi pulang malam. “Jadi bulan faktor ekonomi justru di lihat ekonomi bukan yang utama lebih kepada komunikasi,” terangnya.
Tetapi kata dia, ada juga alasan menggugat cerai, karena terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta berselisih yang tidak bisa ditemukan solusinya, meskipun l ada beberapa alasan karena faktor ekonomi dan perselingkuhan.
Sedangkan angka pernikahan lanjut Subhan, pasca pandemi tepatnya tahun 2022 di wilayah Bogor Selatan angkanya menurun. Hal itu karena banyak faktor, salah satunya nikah harus berumur di atas 19 tahun.
Adapun bagi warga yang sudah menikah dan belum memiliki buku surat nikah, karena nikah secara agama atau nikah siri. Bahkan KUA Bogor Selatan, sendiri telah mengadakan isbat nikah bagi yang belum memiliki buku surat nikah.
Dan yang di jadikan sebagai percontohan, yaitu Kelurahan Batutulis. Namun agak sulit mengumpulkan data data. Apakah sulit dari orangnya apa dari RT/RW nya. Namun Sampai sekarang aja baru ada 10 orang.
“Sampai saat ini banyak yang mauengadakan isbat nikah dari komunitas kapas, KWB. Tapi ya itu susah untuk kasih data,” ungkapnya. (Yud)


























Discussion about this post