BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kekeringan mulai meluas di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Debit mata air dan sumur warga terus menyusut akibat minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu memicu krisis air bersih yang kini berdampak pada sedikitnya 511 kepala keluarga atau 1.746 jiwa di empat desa.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan 20.000 liter air bersih atau empat ritase pada Sabtu, 11 Juli 2026. Distribusi dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD ke Desa Mekarsari, Candali, Pasirgaok, dan Rancabungur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani mengatakan kekeringan terjadi karena hujan tidak turun dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, debit mata air dan sumur warga menurun drastis sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari,” kata Adam.
Di Desa Mekarsari, bantuan disalurkan kepada warga Kampung Sindang Pala RT 001 dan RT 002 RW 004. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk 155 kepala keluarga atau 427 jiwa. Air bersih dipasok dari Air Curah Tirta Himalaya Rancabungur.
Distribusi berikutnya dilakukan di Desa Candali, tepatnya di Kampung Cipanggalur RT 001 RW 002 dan Kampung Neglasari RT 001 RW 005. Sebanyak 101 kepala keluarga atau 366 jiwa menerima 5.000 liter air bersih yang diberangkatkan dari Kantor BPBD Kabupaten Bogor.
Di Desa Pasirgaok, bantuan menyasar warga Kampung Pasirgaok RT 01, RT 02, dan RT 04 RW 01. Sebanyak 150 kepala keluarga atau 422 jiwa menerima pasokan 5.000 liter air bersih.
Sementara itu, di Desa Rancabungur, distribusi dilakukan untuk warga Kampung Karacak RT 01 dan RT 02 RW 08. Sebanyak 105 kepala keluarga atau 531 jiwa memperoleh 5.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan mobil tangki Tangguh 5 dari Curah Mata Air Purba.
Selain mendistribusikan air bersih, TRC BPBD juga melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memantau perkembangan dampak kekeringan.
Hingga Sabtu sore, seluruh bantuan telah diterima warga. BPBD menyatakan distribusi air bersih akan kembali dilakukan apabila musim kemarau terus berlangsung dan wilayah terdampak kekeringan semakin meluas.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post