BogorOne.co.id | Ciapus– Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, tepatnya di Jalan Masjid Nurul Iman, nomor 22, Kampung Loa, Ciapus, Kabupaten Bogor.
Patut diketahui, sejak berdiri tahun 2017 lalu, TBM Lentera Pustaka saat ini menjalankan 13 program literasi yang terdiri dari:
1) TABA (TAman BAcaan) dengan 130 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya),
2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 warga belajar,
3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah,
4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai,
5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut,
6) TBM Ramah Difabel dengan 2 anak difabel,
7) KOPERASI LENTERA dengan 31 kaum ibu agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi,
8) DonBuk (Donasi Buku),
9) RABU (RAjin menaBUng),
10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat,
11) LITFIN (LITerasi FINansial),
12) LIDAB (LIterasi ADAb), dan
13) MOBAKE (MOtor BAca KEliling).
Dengan koleksi lebih dari 10.000 buku serta didukung 5 wali baca dan 18 relawan, TBM Lentera Pustaka dikenal taman bacaan paling komprehensif dan kreatif. Tidak kurang dari 250 orang pengguna layanan TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.
Salah satu relawan pengajar, Susilawati, berharap agar TBM Lentera Pustaka mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan juga ikut membantu dalam program yang sedang berjalan.
“Karena ini kegiatan sosial, maka kami menghendaki partisipasi banyak pihak, komunitas. Kemudian mungkin koorporasi dalam kepedulian sosial ataupun bakti sosial dalam bentuk CSR atau bisa juga individu-individu yang dapat membantu kami dalam mengajar anak-anak maupun ibu-ibu GeBerBura dan mengoperasikan program lainnya seperti motor baca keliling dengan menyediakan buku baca kepada anak-anak yang tidak memiliki akses buku bacaan tersebut,” ungkapnya, Senin (20 Maret 2023)
“Intinya semoga semakin banyak orang-orang baik yang memang tergerak hatinya untuk membantu melakukan kegiatan sosial ini,” lanjutnya.
GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA), Merupakan Program dengan aktivitas kegiatan tersebut adalah Memberantas buta huruf yang pada era digital ternyata masih ada.
Untuk Peserta GeBerBura ada 9 warga belajar buta huruf yang terdiri dari ibu-ibu. Peserta GeBerBura selalu belajar dengan rutin Seminggu 2 kali.
“Ibu-ibu belajar baca tulis dengan rajin dan hasilnya sudah dapat dilihat, mereka sudah mulai mengenal huruf dan bisa membaca walaupun masih ada yang dieja,” pungkas Susi dengan senyum senang.(Ir-v)























Discussion about this post