BogorOne.co.id | Jakarta – Pengalaman traumatis di masa kecil dapat menjadi salah satu sumber masalah dan dampak negatif perkembangan psikologis yang sering terjadi saat dewasa.
Salah satu pengalaman buruk yang dapat memberikan pengaruh pada psikologis seseorang adalah ketika ditinggal oleh orang tua sendirian. Pengalaman buruk ini dapat membuat anak takut sendirian dan dalam bahasa medis, kondisi ini sering disebut dengan autophobia.
Autophobia atau monophobia diartikan sebagai perasaan cemas atau takut berlebih yang dirasakan seseorang saat sendirian. Tidak hanya sendiri secara fisik, tidak jarang rasa takut ini juga muncul ketika penderitanya merasa diabaikan atau tidak dicintai oleh orang di sekitarnya.
Bahkan kondisi ini sering kali disertai dengan berbagai gejala fisik yang terasa jelas seperti pusing, keringat dingin, menggigil, mual hingga gemetar seperti dilansir dari Cleveland Clinic.
Autophobia atau monophobia adalah kondisi gangguan ketakutan berlebihan di mana seseorang akan merasa sangat cemas saat sendirian.
Beberapa orang mungkin memiliki gejala autophobia bahkan ketika bersama orang lain. Dalam hal ini, ketakutan berpusat pada kekhawatiran akan isolasi.
Mungkin merasakan sendirian di tengah keramaian atau mungkin juga ada rasa khawatir tentang orang-orang yang meninggalkannya atau juga harus pulang dan jadi sendirian.
Orang yang mengalami gangguan fobia tertentu seperti autophobia biasanya sadar bahwa ketakutan itu tidak rasional tapi tidak dapat mengendalikan reaksi fisik ketika berada dalam situasi tertentu.
Gejala autophobia dapat berbeda-beda setiap orang tapi terdapat beberapa gejala umum yang sering dirasakan orang dengan kondisi autophobia seperti menggigil, pusing, keringat berlebihan (hiperhidrosis), jantung berdebar-debar, mual, sesak napas (dispnea), gemetar dan sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia)
Penyebab dari autophobia juga bisa berbeda-beda tapi umumnya pengalaman merasa diabaikan atau merasa ditinggalkan dan perceraian atau kehilangan orang tua selama masa kanak-kanak dapat menjadi salah satunya.
Mengalami serangan panik saat terpisah dari orang yang dicintai di keramaian atau tempat umum lainnya dalam keadaan cedera atau juga keadaan darurat lainnya, seperti kasus pemukulan, pembobolan rumah atau penjambretan tanpa ada yang membantu bisa juga menjadi faktor penyebab.
Menyaksikan kejadian traumatis seorang diri tanpa seseorang yang mendukung atau juga memberi semangat dapat menjadikan hal terjadinya autophobia.(Ir-v)























Discussion about this post