BogorOne.co.id | Kota Bogor – Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Bogor sukses melelangkan 113 paket pekerjaan pada tahun 2023, dan tidak ada gagal lelang yang berujung terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) anggaran.
Ketua Unit Lelang Pengaduan (ULP) Kota Bogor, Cecep Zakaria mengatakan, bahwa paket pekerjaan tahun 2023 rampung ditenderkan 100 persen.
Menurut Cecep, dari jumlah 113 paket berkas lelang yang masuk dari Dinas ke ULP, sempat terjadi 3 paket gagal lelang, namun setelah kembali dilelangkan ada pemenang.
“Jadi, ada yang gagal 3 paket pekerjaan, tapi setelah di lagi dilelangkan ulang ada pemenang,” jelasnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yakni tahun 2022, menurut Cecep sempat terjadi 111 gagal lelang, dan dari jumlah itu setelah dilelangkan ulang 109 paket selesai hingga ada pemenang, namun yang dua paket pekerjaan gak bisa di lelang ulang krna waktunya gak cukup.
Sedangkan untuk tahun 2024 lanjut Cecep, berdasarkan rencana umum pengadaan ada sekitar 140 paket pekerjaan yang akan dilelangkan.
Namun, untuk tahun depan tidak ada pekerjaan yang nilainya fantastis seperti tahun sebelumnya, seperti Proyek Jembatan Otista mencapai Rp40 miliar, dan RSUD Rp39 miliar.
“Kalau tidak salah, proyek nilainya paling besar itu untuk Unit Sekolah Baru (USB) di Dinas Pendidikan, nilainya Rp30 Miliar sama Rp24 miliar pembangunan sekolah baru di Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan. Selebihnya angkanya kecil-kecil baik untuk pembangunan jalan, trotoar dan sebagainya,” tuturnya.
Masih kata Cecep, dilihat di RUP pekerjaan untuk tahun itu diantaranya pembangunan trotoar di Cifor, R3, TPT jalan Tubagus Falak. Lalu, trotoar Jalan Ahmad Yani dan Jalan Merdeka.
Dan untuk proses lelang, kalau DED sudah selesai dan dokumennya sudah ada, maka diharapkan berkas bisa masuk dari Bulan Januari supaya untuk waktu pengerjaannya leluasa. (Fry)


























Discussion about this post