BogorOne.co.id | Kota Bogor – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun moda transportasi trem terus berlanjut, bahkan saat ini diketahui telah menetapkan koridor untuk transportasi berbasis rel dalam kota itu.
Direktur Perumda Transportasi Pakuan Kota Bogor, Rachma Nissa Fadliya mengatakan, bahwa koridor itu baru mencakup koridor 1 yang berada di kawasan Baranangsiang.
“Yang saya tahu baru koridor 1 yang dibahas. Kalau koridor lain saya belum tahu secara pastinya,” kata Rachma, Senin 16 Januari 2024.
Dijelaskan Rachma, rute trem koridor 1 Trem di Kota Bogor akan beroperasi mulai dari kawasan Baranangsiang menuju Jalan Otista, Juanda, Kapten Muslihat, Alun-alun, kemudian masuk kembali ke Jalan Juanda (depan Balai Kota), Jalak Harupat, Jalan Pajajaran dan berakhir di Baranangsiang.
Diakui dia, bahwa Pemkot Bogor menugaskan Perumda Transportasi Pakuan Kota Bogor untuk mencari investor membangun proyek trem di Kota Bogor.
Masih kata Rachma, prinsipnya target tahun ini lebih kepada penyelesaian penugasan kepada Perumda Transportasi Pakuan untuk memulai akselerasi persiapan trem.
“Persiapannya nyari mitra (investor) dan lain-lain. Kan harus tau kita potensi pembiayaannya dari siapa dan dari mana gitu kan, jadi konteks persiapannya itu,” ungkapnya.
Menurut dia, keberadaan mitra ini bukan hanya sebatas membangun jalur trem di Kota Bogor. Melainkan, termasuk dengan pengadaan moda trem itu sendiri.
“Nah skemanya itu kan yang perlu kita cari tahu. Kalau skemanya B2B (business to business) itu jauh lebih bagus gitu kan,” tandasnya.
Sedangkan untuk mitra kata Rachma, bisa saja lebih dari satu, namun dirinya mengaku belum berani memastikan.
“Justru kan makanya ditugaskan untuk menjajaki proses kemitraan, swasta negeri saya pikir itu sih (sasaran investor),” tandas perempuan berhijab itu. (Rdt)
























Discussion about this post