BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Bogor dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Bogor yang adaptif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Jenal saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Lantai 4 Gedung DPRD, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Selasa (8/7/2025).
Dalam rapat tersebut, Pemkot secara resmi menyampaikan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2025–2029.
Dokumen ini disusun sebagai panduan arah pembangunan lima tahun ke depan dan merupakan penjabaran visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yakni Bogor Beres, Bogor Maju, dengan empat misi utama: Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar.
“Rapat paripurna hari ini menyampaikan RPJMD yang menjadi panduan lima tahun ke depan atas janji politik Dedie dan Jenal. Draft perdanya sudah kami sampaikan, begitu juga perda-perda strategis lainnya,” ujar Jenal Mutaqin.
Penyusunan RPJMD 2025–2029 telah melalui berbagai tahapan strategis sejak Januari 2025, mulai dari konsultasi publik, Musrenbang RPJMD, hingga harmonisasi dengan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat.
Selain RPJMD, dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah rancangan peraturan daerah (raperda), di antaranya:
- Rancangan Perubahan Kedua atas Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Perubahan ini mencakup penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta penempatan RSUD di bawah Dinas Kesehatan. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan pelayanan publik.
- Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan luasan ruang hijau publik dari 4,26 persen menjadi 7 persen melalui pendekatan Indeks Hijau Biru Indonesia.
- Raperda Inisiatif DPRD tentang Perlindungan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Pemkot menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk komitmen legislatif dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Jenal berharap pembahasan oleh panitia khusus (pansus) dan dinas terkait dapat menghasilkan masukan yang konkret, termasuk dalam penganggaran.
“Masukan-masukan yang telah diberikan tadi jangan hanya berhenti pada narasi dalam teks, tapi dorong juga melalui anggaran agar visi misi Kota Bogor benar-benar terwujud. Dua lembaga ini harus kompak, kolaboratif, dan saling bersinergi,” tegasnya.
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, dan ditutup dengan pembentukan empat pansus yang akan membahas keempat agenda tersebut.
Reporter : Resha
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post