BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh Indonesia berjalan aman, ramah, dan bebas dari praktik perundungan. Pemantauan dilakukan langsung oleh pejabat kementerian, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang turun ke Sumbawa pada hari pertama MPLS Ramah.
“Tujuan kami melakukan pemantauan ini adalah memastikan MPLS berjalan sesuai ketentuan dan berlangsung ramah. Siswa harus merasa nyaman sejak hari pertama,” ujar Inspektur Jenderal Kemendikdasmen Faisal Syahrul, Sabtu (19/7/2025), dikutip dari beritasatu.com.
Menurut Faisal, MPLS tidak hanya sekadar pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi masa transisi penting, terutama bagi siswa dari jenjang SMP ke SMK. MPLS diharapkan memberikan pembekalan bermakna melalui pengenalan guru, fasilitas, program, serta kurikulum.
Untuk menjaga akuntabilitas, Kemendikdasmen membuka kanal aduan melalui unit layanan terpadu (ULT). Masyarakat, media, dan pemangku kepentingan pendidikan diminta melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
“Kalau ada informasi yang terlewat dari pantauan kami, mohon disampaikan. Kanal pengaduan kami terbuka dan akan segera ditindaklanjuti,” tegas Faisal.
Salah satu praktik baik diterapkan oleh SMK Negeri 3 Semarang. Kepala Sekolah Harti menyatakan, pihaknya menjalankan MPLS Ramah sesuai Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 tentang pelaksanaan masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan ramah.
Harti menjelaskan, sebanyak 432 siswa baru mengikuti MPLS selama lima hari dengan materi seputar visi dan misi sekolah, struktur kurikulum, pengenalan lingkungan sekolah, serta pengembangan bakat dan deteksi dini potensi kekerasan. Setiap kegiatan MPLS juga dipublikasikan melalui media sosial sekolah agar orang tua bisa memantau langsung.
Selain itu, SMKN 3 Semarang bekerja sama dengan 19 lembaga mitra, seperti polsek, koramil, BNN, Satpol PP, hingga LSM, dalam membangun jejaring pencegahan kekerasan. Sistem pengawasan diperkuat dengan CCTV di tiap sudut sekolah yang terintegrasi dengan manajemen sekolah.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya positif di lingkungan pendidikan sekaligus memastikan perlindungan terhadap peserta didik sebagai prioritas utama.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post