BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Alokasi 20 persen dana desa untuk program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai dijalankan di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kebijakan itu sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Pengelolaan Ketahanan Pangan Desa.
Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, mengatakan regulasi tersebut memperkuat peran BUMDes sebagai pengelola utama program ketahanan pangan di tingkat desa.
“Mulai Oktober 2025, sepuluh desa di Kecamatan Dramaga telah menjalankan ketentuan Permendes Nomor 3 Tahun 2025 dengan baik,” ujarnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menurut Atep, kebijakan itu bertujuan mempercepat kemandirian ekonomi desa sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional pada 2027. Ia menilai, pelaksanaan program di wilayahnya sejauh ini berjalan sesuai harapan.
“Hasil monitoring dan evaluasi di lapangan menunjukkan program ketahanan pangan di sepuluh desa sudah berjalan baik,” katanya.
Program tersebut melibatkan sejumlah BUMDes dengan kegiatan yang beragam, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan. Di Desa Purwasari, BUMDes mengelola kolam ikan nila dan ikan mas. BUMDes Babakan mengembangkan ternak ayam petelur, sedangkan BUMDes Cikarawang dan Dramaga fokus pada penggemukan domba. Adapun di Desa Sukawening dikembangkan ayam pedaging, Desa Petir membudidayakan ikan lele, dan Desa Neglasari mengelola usaha pertanian.
Meski sebagian besar kegiatan belum berorientasi pada keuntungan, Atep menyebut pelaksanaannya telah menunjukkan hasil positif.
“Semua berjalan sangat baik. Ke depan kami berharap pengelolaan BUMDes lebih profesional dan transparan agar mampu memberi keuntungan bagi desa,” ujarnya.
Kepala Desa Purwasari, Moch Yusuf Mustofa, mengatakan program ketahanan pangan di desanya difokuskan pada budidaya ikan air tawar.
“Kami membudidayakan ikan nila dan ikan mas. Ke depan, BUMDes Purwasari juga akan mengembangkan usaha daur ulang sampah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Warso, menuturkan bahwa pengelolaan ketahanan pangan di desanya telah memberikan hasil ekonomi.
“Kami mengembangkan penggemukan sapi, ternak domba Garut, serta ayam potong dan ayam petelur. Semua ini sudah mulai memberi keuntungan berkat pengelolaan profesional oleh BUMDes,” ujarnya.
Editor : Jefri

























Discussion about this post