BogorOne.co.id | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperluas operasi pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Hingga Kamis, 4 Desember 2025, tim gabungan masih mencari 518 warga yang dilaporkan hilang sejak bencana melanda beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan sebaran korban hilang tersebar di tiga provinsi terdampak. Di Aceh, sebanyak 170 orang belum ditemukan. Di Sumatera Utara tercatat 127 orang hilang, sementara Sumatera Barat menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 221 orang.
“Sumbar masih cukup banyak, 221 jiwa. Dengan demikian korban hilang di tiga provinsi berjumlah 518 jiwa,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 5 Desember 2025.
Ia mengatakan operasi pencarian dilakukan tanpa batas waktu. Seluruh unsur SAR tetap menyisir lokasi terdampak hingga seluruh laporan hilang tertangani atau kondisi lapangan tidak lagi memungkinkan.
Selain pencarian korban, upaya pemulihan akses transportasi juga dipercepat. Salah satu jalur vital, yakni ruas Sibolga–Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, sudah kembali bisa dilewati. Jembatan Pandaan yang sempat putus telah selesai diperbaiki.
Pemulihan akses ini dinilai penting untuk distribusi bantuan dan kebutuhan masyarakat. Di jalur Batang Toru, Tapanuli Selatan, perbaikan jembatan ikut menunjukkan progres. Ruas tersebut kini bisa dilalui secara bertahap dengan pembatasan kendaraan.
BNPB juga menyiapkan 14 jembatan bailey untuk membangun akses darurat di sejumlah titik yang mengalami kerusakan berat.
Hingga pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi mencapai 836 jiwa. Di Aceh, ditemukan 48 jenazah baru sehingga total kematian naik menjadi 325 jiwa. Di Sumatera Utara, penemuan 12 korban di wilayah Adian Koting membuat total korban meninggal naik menjadi 311 jiwa.
Sementara itu, enam temuan baru di Sumatera Barat menambah jumlah korban meninggal menjadi 200 jiwa.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post