BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan reduksi dan pengalihan rute angkot (angkutan kota) sebagai langkah awal penataan transportasi perkotaan. Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 yang digelar PWI Kota Bogor, Senin (22/12/2025).
Dedie mengatakan, penataan transportasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota sekaligus menyiapkan sistem transportasi massal yang lebih terintegrasi. Dalam jangka panjang, Pemkot Bogor merencanakan pengembangan transportasi berbasis trem.
“Dengan hadirnya trem, ke depan tidak akan ada lagi angkot yang beroperasi di tengah kota,” ujar Dedie.
Selain transportasi, Dedie menyampaikan rencana pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Pemkot Bogor, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait peninjauan lokasi PSEL di TPA Galuga serta penyediaan alternatif lahan di wilayah Tanah Sareal.
Di sektor pariwisata, Dedie menilai kontribusi Kebun Raya Bogor (KRB) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum sebanding dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai lebih dari satu juta orang per tahun. Untuk itu, Pemkot Bogor merancang pengembangan kawasan eks Pasar dan Plaza Bogor menjadi area park and ride yang dilengkapi fasilitas parkir dan hotel.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menyatakan DPRD mendukung kebijakan penataan transportasi yang dijalankan pemerintah kota. Ia menyinggung pengembangan layanan Biskita yang kembali berjalan setelah sebelumnya sempat terhenti.
“Dari dua koridor, kini sudah berjalan empat koridor, dan direncanakan menjadi enam koridor tahun depan,” kata Adityawarman.
Ia menegaskan DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh kebijakan pemerintah daerah dan akan memberikan catatan kritis apabila kebijakan dinilai tidak berpihak pada masyarakat atau bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Forum refleksi akhir tahun tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan aspirasi terkait kebijakan publik melalui sesi diskusi dan media sosial.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post