BogorOne.co.id – Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun ditemukan tergeletak dalam kondisi kritis di bawah jembatan Kampung Karamat, RW 01, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Korban diduga kuat melompat dari atas jembatan sebelum akhirnya ditemukan warga dalam keadaan masih bernapas.
Aksi dugaan bunuh diri tersebut sempat luput dari perhatian warga sekitar lantaran kondisi jembatan yang sedang sepi. Kasus ini baru menggegerkan masyarakat setelah tubuh korban ditemukan terkapar di dasar jembatan.
Saksi Mata Hanya Anak Kecil yang Trauma
Salah seorang warga Kampung Karamat, Jaya, menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut setelah dipanggil oleh warga lain yang panik. Saat itu, warga berniat meminjam tandu darurat untuk mengevakuasi korban.
“Kalau kejadian atau kronologis pastinya saya tidak tahu. Saya lagi di rumah, dipanggil sama rekan-rekan di sini: ‘Pak Jaya ada yang jatuh di jembatan’. Ya otomatis saya langsung datang ke sini. Niat awal mereka mau pinjam tandu,” ujar Jaya saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban yang mengalami luka berat akibat benturan keras, Jaya menilai proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan oleh warga awam agar tidak memperparah cedera. Ia pun langsung berinisiatif menghubungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.
“Ternyata pas saya datang ke lokasi, kondisi korban tidak memungkinkan untuk dievakuasi oleh orang yang bukan ahlinya. Saya langsung telepon relawan PMI. Sekitar 10 menit petugas langsung datang. Saya sendiri tidak berani evakuasi langsung, biar petugas PMI yang menangani,” lanjutnya.
Mengenai pemicu atau alasan korban nekat melompat, warga setempat tidak ada yang tahu pasti. Satu-satunya saksi mata yang sempat melihat peristiwa tersebut diduga adalah seorang anak kecil yang kini dalam kondisi trauma.
“Ketemunya sudah tergeletak begitu, tapi napasnya masih ada. Kalau kepastian melompatnya saya tidak tahu. Tidak ada orang dewasa yang lihat, cuma anak kecil. Tapi anak kecil kalau ditanya susah, dia malah takut,” pungkas Jaya.
Identitas Korban Belum Diketahui
Hingga saat ini, identitas pemuda tersebut belum diketahui pasti dan korban dipastikan bukan merupakan warga asli Kampung Karamat.
Di dekat tubuh korban, warga hanya menemukan sebuah telepon genggam (HP) dengan kartu provider Indosat, tanpa adanya kartu identitas pengenal seperti KTP.
Saat ini, korban sudah dilarikan ke ruang IGD rumah sakit terdekat oleh petugas PMI untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas serta motif di balik peristiwa tersebut.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post