BogorOne.co.id | Moskow – Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun di Moskow, Rusia, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keracunan akut akibat meminum darahnya sendiri. Aksi itu dilakukan setelah ia mengikuti konten media sosial yang mengklaim bahwa meminum darah dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan membuat tubuh lebih kuat.
Mengutip laporan Oddity Central pada Senin, 29 Desember 2025, remaja tersebut mengambil darahnya sendiri menggunakan jarum suntik, lalu meminumnya dengan harapan menambah kadar zat besi dalam tubuh. Namun, alih-alih mendapatkan manfaat kesehatan, kondisinya justru memburuk.
Beberapa waktu setelah tindakan tersebut, remaja itu mengalami muntah darah dan demam tinggi hingga harus dibawa ke rumah sakit. Dokter kemudian mendiagnosisnya mengalami keracunan akut dan memutuskan untuk merawatnya secara intensif.
Dokter Andrei Kondrakhin menjelaskan, meminum darah dapat memicu gejala keracunan karena sistem pencernaan manusia tidak dirancang untuk memproses darah. Kandungan zat besi yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan iritasi pada lambung.
“Tubuh manusia menganggap darah sebagai zat agresif. Plasma darah tidak dirancang untuk melewati saluran pencernaan dalam bentuk ini, sehingga tubuh tidak tahu cara mencernanya,” kata Andrei.
Ia menambahkan, zat besi dalam hemoglobin tidak dapat diserap tubuh dengan cara meminum darah. Proses penyerapan zat besi, kata dia, merupakan mekanisme biologis yang kompleks dan tidak bisa diperoleh melalui cara tersebut.
“Pada akhirnya, meminum darah hanya akan menyebabkan muntah dan tidak memberikan manfaat apa pun bagi tubuh,” ujarnya.
Kasus ini memicu kritik di media sosial. Sejumlah warganet mengecam tindakan berbahaya yang dipicu oleh konten menyesatkan di platform digital, sekaligus menyoroti risiko kesehatan dari mengikuti tren tanpa dasar medis.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post