BogorOne.co.id | Kota Bogor – Debit Sungai Ciliwung meningkat signifikan setelah hujan deras mengguyur wilayah Bogor, Puncak, dan Jabodetabek sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026. Kondisi tersebut membuat tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa, Kota Bogor, mencapai 100 sentimeter, Minggu pagi, 18 Januari 2026, sehingga statusnya dinaikkan menjadi siaga 3.
Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kenaikan debit air terjadi secara bertahap sejak dini hari.
“Air mulai naik sekitar pukul 04.00 WIB dengan ketinggian 50 sentimeter,” kata Alwan.
Seiring hujan yang masih berlangsung, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 80 sentimeter dan kembali naik dalam waktu singkat. “Ketinggian mencapai 100 sentimeter pada pukul 07.00 WIB dan bertahan sekitar 30 menit,” ujarnya.
Dengan ketinggian tersebut, debit air yang mengalir menuju Jakarta melalui Sungai Ciliwung diperkirakan mencapai 138 ribu liter per detik. Aliran air ini berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir, khususnya di sejumlah kawasan rawan di Jakarta.
Menurut Alwan, setelah mencapai puncak, kondisi TMA mulai mengalami penurunan.
“Pada pukul 07.30 WIB ketinggian turun menjadi 90 sentimeter, tetapi status masih siaga 3. Semua diharap waspada,” katanya.
Status siaga 3 menandakan kondisi waspada. Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, termasuk Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, diminta bersiap menghadapi potensi kenaikan muka air dalam beberapa jam ke depan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya. Pemerintah daerah dan instansi terkait mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk memantau informasi resmi dan melakukan langkah antisipasi apabila debit Sungai Ciliwung kembali meningkat.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post