BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wilayah Bogor Utara diproyeksikan menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi Kota Bogor. Salah satu pengungkit utama rencana tersebut adalah penyambungan Jalan R2 hingga menembus kawasan Sentul, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Rencana itu mengemuka dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Utara yang digelar, Kamis, 22 Januari 2026.
Camat Bogor Utara Riki Robiansah mengatakan, proyek penyambungan Jalan R2 ditargetkan rampung dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan. Nantinya, ruas jalan tersebut akan terhubung hingga SBY Center di Kelurahan Ciluar yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bogor.
“Pembebasan lahannya masih ada beberapa bidang lagi yang belum. Tahun ini tersedia dana pembebasan lahan sebesar Rp 20 miliar untuk R2,” ujar Riki.
Selain pembangunan infrastruktur jalan, persoalan banjir menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Musrenbang tersebut. Dari total 228 usulan prioritas yang diajukan, sebanyak 140 usulan berkaitan dengan bidang fisik, seperti perbaikan drainase dan pembangunan turap.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim meminta jajaran camat dan lurah untuk melakukan penanganan banjir secara tegas, termasuk normalisasi sungai dan pembongkaran bangunan yang melanggar aturan.
“Saya titip soal banjir, terutama titik-titik yang menjadi sumbatan. Di Bogor Utara banyak kendala bangunan yang melanggar. Kalau memang harus dibongkar demi normalisasi aliran sungai, kami bongkar,” kata Dedie.
Dedie menilai Bogor Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Kota Bogor. Menurut dia, pola pembangunan ke depan perlu dilakukan secara lebih berani agar masyarakat setempat dapat merasakan langsung dampak pertumbuhan ekonomi.
“Pembangunan harus lebih terasa sehingga masyarakat Bogor Utara bisa menikmati pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, tidak sekadar menjadi penonton di tengah perkembangan wilayah tetangga,” ujar Dedie.
Saat ini, pemerintah kota dan pemerintah provinsi memprioritaskan pembebasan lahan di sisi selatan Jalan R2 karena dinilai lebih efisien dari sisi anggaran, sembari menyiapkan skema pembebasan lahan di sisi utara yang lebih kompleks.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post