BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pondok Rajeg yang kini difungsikan sebagai hutan kota mengalami longsor, Sabtu, 24 Januari 2026. Longsor terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, dan menyebabkan perubahan alur sungai.
Material longsoran berupa tanah bercampur sampah menutup jalur lama Sungai Ciliwung. Akibatnya, terbentuk aliran baru yang semakin mendekati permukiman warga Kecamatan Bojonggede. Sungai tersebut merupakan batas wilayah antara Kecamatan Cibinong dan Bojonggede. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga, terutama saat curah hujan tinggi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Roby Ruhyadi, mengatakan lokasi longsor berada di kawasan Hutan Kota Pondok Rajeg. Area tersebut sebelumnya merupakan TPA yang mulai dipersiapkan sejak 1995 setelah pembebasan lahan dilakukan.
“Sekitar tahun 2008 tempat ini sudah tidak dipergunakan lagi, artinya sudah ditutup. Dari 2008 sampai sekarang tidak pernah ada kejadian besar seperti ini,” kata Roby, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurut Roby, pada 2018 kawasan eks TPA tersebut ditetapkan sebagai hutan kota sebagai bagian dari program rehabilitasi dan reklamasi lahan, termasuk melalui penanaman pohon.
Ia menyebutkan longsor dipicu sejumlah faktor, salah satunya cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 22–26 Januari 2026, wilayah Bogor berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
“Dengan curah hujan yang tinggi, beban tanah dan sampah menjadi semakin berat,” ujarnya.
Roby memperkirakan longsoran terjadi sepanjang sekitar 100 meter di bibir sungai dengan lebar kurang lebih 20 meter. Ia mengaku terkejut karena area yang terdampak sebelumnya tidak memiliki kemiringan tebing yang curam.
DLH Kabupaten Bogor, kata Roby, sebelumnya telah menerapkan prosedur standar pengelolaan lahan eks TPA, antara lain pemasangan pipa pengendali aliran air serta sistem pengendalian gas metana sebagai bagian dari proses pemulihan lahan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post