BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor memastikan perbaikan drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, tetap dilanjutkan meski menuai penolakan dari sejumlah pedagang tanaman hias yang terdampak penataan kawasan tersebut.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan area yang digunakan pedagang merupakan aset pemerintah yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik, terutama keselamatan warga.
“Kalau pemerintah membutuhkan lahan untuk kepentingan umum, keselamatan publik, setiap saat bisa digunakan,” kata Dedie.
Ia menyebut penanganan drainase menjadi prioritas setelah di lokasi tersebut pernah terjadi insiden banjir lintasan yang menimbulkan korban jiwa. Kondisi serupa, kata dia, tidak boleh kembali terulang.
“Pernah ada korban. Airnya lebih deras. Terus mau didiamkan? Tidak mungkin,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Bogor menyatakan tetap mempertimbangkan dampak sosial dari kebijakan tersebut, termasuk kemungkinan relokasi pedagang.
Dedie menegaskan pemerintah tidak semata menjalankan aspek teknis pembangunan, tetapi juga memperhatikan kondisi warga terdampak. “Satu sisi ada kepentingan publik, sisi lain masyarakat yang terdampak juga dipikirkan,” katanya.
Camat Tanah Sareal Rokib membenarkan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang bunga dan pedagang kaki lima yang beraktivitas di lokasi tersebut bersama Dinas PUPR dan Dinas Koperasi dan UMKM.
“Sudah dikumpulkan. Mereka memahami kebutuhan pembangunan,” ujarnya.
Ia memperkirakan sekitar 15 pedagang bunga dan lima pedagang kaki lima terdampak kebijakan tersebut. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan opsi relokasi ke R3 bagi pedagang yang terdampak.
“Sekitar 15 pedagang bunga dan lima PKL. Rencananya dipindah ke R3,” kata Rokib.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post