BogorOne.co.id | Bandung – Kabut tebal menyelimuti lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, 3 Februari 2026 pagi. Kondisi tersebut membatasi jarak pandang dan memaksa tim SAR gabungan meningkatkan kewaspadaan saat memasuki hari ke-11 operasi pencarian korban.
Melansir beritasatu.com, menunjukkan kabut pekat masih menutup area terdampak longsor. Cuaca yang fluktuatif di lereng Cisarua menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan kondisi atmosfer di lokasi bencana sulit diprediksi. Meski langit mendung, hujan belum turun hingga pagi hari.
“Cuaca di lokasi tidak menentu, kadang cerah kadang hujan. Hari ini mendung, tapi belum turun hujan,” kata Ade Dian.
Selain medan berat, lamanya operasi turut memengaruhi kondisi fisik personel. Ade menyebut sejumlah relawan dan anggota tim SAR gabungan mulai mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan. Faktor cuaca yang tidak bersahabat memperparah kondisi tersebut.
Untuk menjaga efektivitas pencarian, SAR Bandung menerapkan sistem rotasi personel. Tim yang dikerahkan berasal tidak hanya dari Bandung Raya, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah daerah lain.
“Kami menerapkan sistem rolling agar kondisi personel tetap terjaga dan tidak dipaksakan,” ujar Ade.
Hingga hari ke-11 operasi, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 83 kantong jenazah dari timbunan material longsor. Sebanyak 61 jenazah di antaranya telah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi.
Pihak berwenang mengimbau keluarga korban untuk terus memantau informasi resmi di posko utama, seiring upaya pencarian yang masih dilakukan di tengah tantangan cuaca dan kondisi medan.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post