BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam potensi kenaikan harga pangan menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan GPM telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan dan akan terus berlanjut hingga memasuki bahkan selama Ramadan.
“Selama Ramadan nanti kita akan keliling ke kecamatan-kecamatan untuk pelaksanaan GPM,” kata Teuku Mulya, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain GPM, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), terutama beras, kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana alam. Menurut Teuku, wilayah tersebut menjadi prioritas penyaluran bantuan karena dinilai paling membutuhkan.
“Wilayah terdampak bencana memang menjadi prioritas karena kita anggap di sana paling membutuhkan bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, khususnya beras,” ujarnya.
Penyaluran CPPD menyasar 21 kecamatan di Kabupaten Bogor yang terdampak bencana. Adapun terkait ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri, Teuku memastikan stok pangan dalam kondisi aman.
“Dari sisi stok, insyaallah aman. Tapi kalau harga, pasti ada fluktuasi naik turun sesuai dengan permintaan dan ketersediaan barang,” katanya.
Untuk menekan potensi lonjakan harga, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor akan mengintensifkan pelaksanaan GPM serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian melalui operasi pasar.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post