BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong menyalurkan bantuan senilai Rp549 juta kepada 270 penerima manfaat dalam bakti sosial terpadu di Kota Bogor, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 itu menghadirkan layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan bagi kelompok rentan.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan tersebut menyasar anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, orang dengan HIV, korban penyalahgunaan narkotika, serta kelompok rentan lainnya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Hasim, mengatakan bakti sosial terpadu merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sekaligus pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kemensos tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi terus melakukan pendampingan melalui berbagai program rehabilitasi sosial secara berkelanjutan,” kata Hasim.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan berbagai mitra yang terlibat. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Kemensos bersama Dinas Sosial Kota Bogor menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 143 penerima manfaat. Mereka terdiri atas delapan anak, 21 kelompok rentan, 26 korban penyalahgunaan NAPZA, 35 orang dengan HIV, 25 penyandang disabilitas, dan 28 lanjut usia.
Bantuan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing penerima. Paket yang disalurkan meliputi 68 paket nutrisi, 74 paket perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, 28 kursi roda dewasa, alat bantu dengar, tabung oksigen, kaki dan tangan palsu, korset penyangga, tongkat bantu jalan, serta 13 paket bantuan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima.
Selain bantuan sosial, Kemensos menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui program STIS Go to Community bagi 103 penerima manfaat di LKS PPDI dan LKS Candra Naya. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan psikososial mengenai pencegahan kekerasan di ruang digital, serta terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus.
Di bidang pendidikan, Kemensos kembali menjalankan program Tebus Ijazah bagi 21 lulusan SMP dan SMK yang belum dapat mengambil ijazah karena tunggakan biaya pendidikan. Seluruh tunggakan diselesaikan sehingga para penerima manfaat dapat memperoleh dokumen kelulusan mereka untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Kemensos juga menggelar operasi katarak bagi masyarakat. Dari 42 peserta yang mengikuti skrining, sebanyak 21 orang dinyatakan memenuhi syarat dan menjalani operasi di Klinik Mata Dokter Hasni Ainun Habibie.
Sementara itu, 62 anak mengikuti program khitanan massal yang dilaksanakan di Rumah Sunat Estetika.
Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan sejumlah mitra. Kemensos berharap sinergi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keberfungsian sosial kelompok rentan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post