BogorOne.co.id | Jakarta – Konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada dunia olahraga internasional. Situasi keamanan yang memanas membuat sejumlah agenda pertandingan terganggu, termasuk jadwal yang melibatkan dua megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Penutupan wilayah udara, pembatalan penerbangan, hingga meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah menyebabkan sejumlah kompetisi olahraga harus ditunda bahkan dibatalkan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penyelenggara, tetapi juga para atlet yang mengalami kendala perjalanan menuju lokasi pertandingan.
Salah satu yang terdampak adalah klub Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) memutuskan menunda sejumlah pertandingan yang melibatkan klub-klub dari kawasan Timur Tengah.
Kompetisi yang terdampak antara lain AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Asian Challenge League. Penundaan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan yang memburuk.
Al Nassr yang dilatih Jorge Jesus masih bertahan di babak perempat final AFC Champions League Two. Dengan adanya penundaan jadwal pertandingan, perjalanan tim tersebut di kompetisi tersebut untuk sementara ikut tertunda.
Situasi konflik juga memengaruhi agenda tim nasional Argentina national football team yang diperkuat Lionel Messi. Asosiasi sepak bola di Qatar memutuskan menunda seluruh pertandingan sepak bola yang dijadwalkan berlangsung di negara tersebut.
Keputusan itu berdampak pada rencana pertandingan Finalissima yang mempertemukan Argentina sebagai juara Copa América dengan Spain national football team selaku juara UEFA European Championship. Hingga kini jadwal pertandingan tersebut belum dipastikan.
Dampak konflik juga menimbulkan ketidakpastian terhadap masa depan tim nasional Iran national football team menjelang FIFA World Cup 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran atau Football Federation Islamic Republic of Iran, Mehdi Taj, mengaku pesimistis dengan situasi yang terjadi. “Setelah serangan ini, kami tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia,” ujarnya seperti dikutip media internasional.
Gangguan transportasi udara juga menjadi dampak paling nyata dari konflik tersebut. Penutupan sejumlah wilayah udara membuat banyak atlet dan ofisial kesulitan melakukan perjalanan menuju lokasi pertandingan.
International Paralympic Committee (IPC) menyatakan tengah mencari solusi bagi atlet yang terdampak untuk mengikuti Paralimpiade Musim Dingin 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–15 Maret.
Di cabang tenis, turnamen ATP Challenger Tour yang seharusnya digelar di Fujairah, Uni Emirat Arab dibatalkan setelah muncul peringatan keamanan mendadak.
Sejumlah petenis seperti Daniil Medvedev, Andrey Rublev, dan Karen Khachanov juga sempat tertahan di Uni Emirat Arab setelah mengikuti Dubai Tennis Championships. Mereka mengalami kendala penerbangan untuk menuju Amerika Serikat guna mengikuti BNP Paribas Open.
Dampak serupa terjadi di cabang bulu tangkis. Pebulu tangkis India P. V. Sindhu harus membatalkan rencananya mengikuti All England Open Badminton Championships 2026 setelah terjebak di Dubai akibat keterbatasan penerbangan.
Di dunia balap mobil, seri pembuka FIA World Endurance Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret di Lusail International Circuit, Qatar, juga dibatalkan.
Selain itu, kalender balap Formula One di Bahrain dan Arab Saudi yang direncanakan berlangsung pada April 2026 masih dalam tahap evaluasi oleh Fédération Internationale de l’Automobile (FIA). Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menyatakan faktor keselamatan akan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan final diambil.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post