BogorOne.co.id | Kota Bogor – Seorang warga Bogor mengaku menjadi korban dugaan penipuan toko daring yang menawarkan pakaian bermerek untuk kebutuhan Lebaran. Penawaran tersebut muncul melalui iklan di Instagram dan mengarahkan calon pembeli ke situs web transaksi yang tampak seperti toko resmi.
Korban bernama Pita mengatakan awalnya ia tertarik setelah melihat promosi produk pakaian dengan harga antara Rp225 ribu hingga Rp935 ribu. Akun penjual tersebut terlihat meyakinkan karena memiliki tanda verifikasi dan puluhan ribu pengikut.
“Awalnya saya percaya karena iklan reels Instagram yang lewat itu komentarnya banyak, like dan share juga banyak,” kata Pita kepada wartawan, Jumat, 13 Maret 2026.
Pita kemudian diarahkan melakukan pemesanan melalui tautan situs web yang terhubung dari akun media sosial tersebut. Setelah proses pembelian selesai, ia menerima invoice melalui email sehingga transaksi tampak seperti pembelian dari toko resmi.
“Setelah checkout, saya menerima invoice melalui email, jadi benar-benar terlihat seperti akun resmi,” ujarnya.
Namun setelah pembayaran dilakukan, barang yang dipesan tidak kunjung diterima. Ketika menanyakan nomor resi pengiriman, pihak penjual tidak memberikan jawaban jelas.
“Setiap saya tanya resi selalu mengelak. Akhirnya saya malah diblokir,” kata Pita.
Pengalaman serupa juga dialami Saras, seorang konsumen asal Surabaya. Ia sempat meminta pengembalian dana setelah merasa ada kejanggalan dalam proses transaksi.
Menurut Saras, pengelola akun menyampaikan proses pengembalian dana membutuhkan waktu hingga 14 hari. Namun setelah itu ia justru diminta mengirim tangkapan layar saldo rekening.
“Saya diminta mengirim tangkapan layar saldo rekening. Saya kirimkan saja rekening kosong, tetapi setelah itu WhatsApp saya justru diblokir,” ujarnya.
Para korban juga menilai akun tersebut membatasi fitur komentar pada unggahannya di Instagram, sehingga pengguna lain tidak dapat memberikan peringatan atau membagikan pengalaman serupa.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post