BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kondisi Jalan Raya Cilebut, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kian mengkhawatirkan akibat longsor yang belum diperbaiki sejak akhir Januari 2026. Minimnya penerangan jalan umum di lokasi memperbesar risiko kecelakaan, terutama pada malam hari, di tengah kondisi badan jalan yang rawan ambrol.
Pantauan Rabu, 25 Maret 2026, menunjukkan sebagian konstruksi jalan menggantung setelah tanah penahan di sisi jalan amblas cukup dalam. Ruas jalan pun tidak lagi bisa dilalui dua lajur kendaraan secara bersamaan.
Pengendara dari arah berlawanan terpaksa melintas secara bergantian di titik longsor. Kondisi ini memicu kemacetan, terutama pada sore hari dan akhir pekan.
Warga sekitar secara swadaya mengatur arus lalu lintas sejak dua bulan terakhir. Mereka berjaga setiap hari untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus mencegah kecelakaan.
Salah satu warga, Imam, mengatakan kondisi jalan paling berbahaya saat malam hari karena minim penerangan.
“Kalau malam yang parah, tidak ada lampu. Paling hanya satu di dekat PLN. Ini kalau dibiarkan bisa semakin parah,” kata Imam.
Ia juga menyebut pemerintah sempat meninjau lokasi, namun belum ada tindak lanjut hingga kini.
“Sudah ada yang datang dua orang, melihat-lihat seperti survei saja, tapi sampai sekarang belum ada lagi,” ujarnya.
Menurut Imam, kemacetan kerap terjadi saat jam sibuk hingga hari libur. Bahkan, hingga empat warga harus turun tangan untuk mengatur lalu lintas.
“Macet kalau sore, apalagi saat malam Minggu atau hari Minggu, karena jalannya harus bergantian,” kata dia.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan, termasuk membangun tembok penahan tanah atau bronjong agar longsor tidak meluas.
“Harus segera ditangani, pakai TPT atau bronjong yang kuat. Kalau tidak, bisa melebar sebelum makan korban,” ujar Imam.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post