BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai 1 April 2026 sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dampak konflik global.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan konsep penerapan WFH yang mengacu pada arahan pemerintah pusat.
“Secara nasional juga memang sudah menginstruksikan untuk melakukan WFH. Kami sudah membuat konsepnya, dan ditargetkan mulai berlaku pada 1 April,” kata Ajat, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penerapan WFH akan difokuskan bagi ASN, sementara sektor pelayanan publik tetap berjalan dengan penyesuaian agar tidak mengganggu layanan kepada masyarakat.
Selain pengaturan pola kerja, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong efisiensi di berbagai sektor untuk menekan beban pembiayaan, termasuk penggunaan BBM.
“Bukan hanya sekadar WFH, kami juga mendorong langkah-langkah yang bisa mengurangi dampak pembiayaan, termasuk BBM,” ujar Ajat.
Upaya efisiensi tersebut dilakukan melalui pengurangan mobilitas dengan memaksimalkan rapat daring serta penghematan energi di lingkungan perkantoran.
“Kami mengimbau ASN melakukan efisiensi, seperti rekayasa penggunaan listrik untuk menghemat energi,” kata dia.
Ajat menegaskan, penerapan WFH tidak berarti libur. ASN tetap diwajibkan memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan.
“WFH itu bukan libur, tetap ada target kinerjanya,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post