BogorOne.co.id | Jakarta – PT Pertamina (Persero) membantah kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax per 1 April 2026 yang beredar luas. Perusahaan menegaskan informasi tersebut tidak resmi dan belum ada penetapan harga baru hingga saat ini.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan hingga kini perusahaan belum menetapkan penyesuaian harga.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar dia, Selasa, 31 Maret 2026.
Baron mengimbau masyarakat merujuk informasi dari kanal resmi Pertamina. Menurut dia, publik dapat mengakses perkembangan harga BBM melalui situs perusahaan.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Pernyataan ini merespons kabar yang beredar luas mengenai rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi pada April 2026. Dalam informasi tersebut, harga Pertamax disebut akan naik menjadi Rp 17.850 per liter, dari Rp 12.300 per liter pada Maret 2026.
Kabar itu juga mengaitkan kenaikan dengan pelemahan nilai tukar rupiah dari Rp 16.819 menjadi Rp 16.877 per dolar Amerika Serikat, serta lonjakan harga indeks pasar BBM RON 92 sebesar 62,44 persen, dari US$ 73,91 per barel menjadi US$ 120 per barel.
Selain Pertamax, informasi tersebut memuat proyeksi kenaikan harga BBM lain. Pertamax Green 95 disebut naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter.
Untuk jenis solar, Pertamina Dex diperkirakan naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter, dan Dexlite dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter.
Sementara itu, pemerintah berupaya menahan kenaikan harga BBM bersubsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengupayakan agar harga Pertalite dan Biosolar tetap stabil di tengah tekanan krisis energi.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post