BogorOne.co.id – Gelombang relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan ikonik Jalan Suryakencana ke Pasar Jambu Dua menandai babak baru bagi ekosistem perdagangan di Kota Bogor. Momentum ini dinilai bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan marwah para pedagang ke fasilitas yang lebih modern, aman, dan tertata.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan Pasar Jambu Dua secara maksimal untuk menyambut para pedagang yang sebelumnya tersebar di titik-titik krusial seperti Jalan Pedati, Lawang Saketeng, Jalan Roda, hingga Jalan Bata.
Fasilitas Modern dengan Kapasitas Besar
Pasar Jambu Dua kini memiliki daya tampung yang sangat memadai, yakni mampu mengakomodasi 900 hingga 1.000 pedagang. Keunggulan ini menjadi solusi permanen bagi para PKL yang selama ini berjualan di bahu jalan dengan risiko gangguan cuaca maupun penertiban.
“Kami ingin para pedagang merasakan kenyamanan. Di Pasar Jambu Dua, mereka memiliki lapak resmi yang terlindungi. Ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan derajat pedagang agar bisa berjualan dengan tenang dan lebih profesional,” ujar Jenal Abidin, belum lama ini.
Berdasarkan data teknis, sebanyak 615 pedagang dari area Jalan Pedati dan Lawang Saketeng masuk dalam prioritas relokasi ini. Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan surat pernyataan kesediaan pindah oleh Persatuan Pedagang Pasar Bogor (P3B).
Menciptakan Ekosistem Dagang yang Sehat
Penataan yang dilakukan pasca-Lebaran ini juga bertujuan menciptakan keadilan bagi pedagang resmi. Dengan masuknya PKL ke dalam struktur pasar, diharapkan persaingan dagang menjadi lebih sehat, tertib, dan kompetitif.
Kasatpol PP Kota Bogor, Pupung, menambahkan bahwa sterilisasi kawasan Suryakencana dilakukan agar fungsi jalan dan trotoar kembali optimal bagi pejalan kaki dan wisatawan.
“Seluruh pedagang kita arahkan ke Jambu Dua. Ekosistem di sana sudah terbentuk. Tugas kita sekarang adalah menjaga konsistensi agar masyarakat terbiasa berbelanja di lokasi yang jauh lebih bersih dan nyaman ini,” tegas Pupung.
Ajakan Meramaikan Pasar Baru
Pemkot Bogor turut mengimbau warga untuk mendukung penuh transformasi ini dengan mengalihkan aktivitas belanja ke Pasar Jambu Dua. Dukungan publik dinilai menjadi kunci utama agar perputaran ekonomi di sektor perdagangan mikro Kota Bogor tetap tumbuh positif di lokasi yang baru.
Dengan wajah baru Pasar Jambu Dua, Kota Bogor optimis dapat menyeimbangkan antara estetika kota yang rapi dengan denyut ekonomi kerakyatan yang semakin kuat.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post