BogorOne.co.id | Jakarta – Nasib Leicester City untuk terdegradasi ke kasta bawah sepak bola Inggris kian terbuka setelah banding mereka atas sanksi pengurangan enam poin ditolak komisi independen yang ditunjuk Premier League.
Penolakan banding itu membuat Leicester terpuruk ke posisi juru kunci klasemen. Dalam perkembangan terbaru, tim tersebut bahkan kembali turun dua peringkat setelah gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir, seperti dilaporkan The Telegraph pada Sabtu, 11 April 2026.
Seandainya banding dikabulkan, Leicester berpeluang unggul lima poin dari zona degradasi. Namun dengan lima laga tersisa, mereka tetap berada dalam posisi sulit karena tertinggal satu poin dari Portsmouth yang masih memiliki jumlah pertandingan lebih banyak.
Kasus ini bermula dari dakwaan pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR) untuk periode tiga musim yang berakhir pada 2023–2024, saat Leicester menjuarai EFL Championship. Aturan PSR mengharuskan klub tidak mencatatkan kerugian lebih dari 105 juta pound sterling dalam tiga musim, dengan penyesuaian tertentu.
Leicester berpendapat laporan keuangan mereka seharusnya dihitung dalam periode 37 bulan, bukan 36 bulan, karena keterlambatan pelaporan. Dengan perhitungan itu, klub berharap tidak melampaui ambang batas kerugian.
Namun hasil pemeriksaan menunjukkan Leicester tetap mencatatkan kerugian sekitar 20,8 juta pound di atas batas yang telah disesuaikan menjadi sekitar 83 juta pound. Premier League juga menilai keterlambatan penyampaian laporan keuangan musim 2023–2024 sebagai faktor pemberat.
Dengan demikian, sanksi pengurangan poin tetap diberlakukan dan banding ditolak. Situasi ini membuat Leicester berada di ambang degradasi beruntun setelah sebelumnya turun kasta pada musim 2024–2025 usai finis di peringkat ke-18 dengan 25 poin.
“Dengan berakhirnya masalah ini dan tersisa lima pertandingan lagi di musim ini, semua orang di klub sepenuhnya fokus pada pertandingan yang ada di depan kita dan pada upaya membentuk hasil musim kita melalui penampilan kita di lapangan,” demikian pernyataan resmi klub.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post