BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan penataan Pasar Parung menjadi prioritas pemerintah daerah sebagai langkah awal pengembangan kawasan ekonomi di wilayah utara Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, penataan pasar tidak hanya sebatas penertiban pedagang kaki lima, tetapi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang dirancang terpadu dan berkelanjutan. Apalagi, kata dia, terdapat rencana investasi yang akan masuk pada 2026-2027 di kawasan Kemang, Ciseeng, hingga Parung.
“Penataan harus dilakukan menyeluruh dan berkeadilan. Tidak bisa dilakukan secara terpisah. Mulai dari PKL, kebersihan lingkungan, lalu lintas, hingga sarana pasar harus dikelola dalam satu sistem terpadu,” kata Rudy, Minggu, 26 April 2026.
Ia menilai Pasar Parung perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu menjadi wajah baru perekonomian daerah yang lebih tertata dan modern.
Rudy juga menekankan perlunya pembentukan posko terpadu yang memiliki dasar hukum melalui surat keputusan. Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat sumber daya manusia di lapangan, termasuk menambah tenaga harian lepas di sejumlah titik strategis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan penataan kawasan dilakukan bertahap. Setelah sebelumnya berfokus di Cibinong, kini pemerintah mengalihkan perhatian ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.
“Kami tidak ingin menggusur, tetapi menata agar lebih rapi dan nyaman. PKL tetap diberikan ruang, namun dengan pengelolaan yang lebih baik sesuai semangat Tegar Beriman,” ujar Ajat.
Ia menambahkan, penataan juga mencakup optimalisasi aset yang belum dimanfaatkan maksimal, seperti terminal lama yang mulai diaktifkan kembali. Terminal itu nantinya akan terintegrasi dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan baru guna mempermudah mobilitas warga.
“Ke depan, kawasan Parung akan dikembangkan sebagai satu kesatuan wilayah yang terhubung hingga Ciseeng, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai identitas kawasan,” kata dia.
Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis, termasuk relokasi PKL ke dalam area Pasar Parung. Sebanyak 700 lapak disiapkan untuk menampung pedagang, terutama komoditas sayur, bahan basah, unggas, dan perikanan.
“Penataan ini bukan sekadar memindahkan pedagang, tetapi juga merapikan area depan pasar. Kawasan tersebut akan dijadikan zona merah sementara sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah untuk ruang terbuka hijau atau sentra ikan hias,” ujar Haris.
Menurut Haris, pada tahap awal sempat muncul perbedaan pandangan di kalangan pedagang. Namun, setelah proses sosialisasi berjalan, dukungan disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
Perumda Pasar Tohaga menargetkan kawasan Parung berkembang menjadi sentra ikan hias unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post