BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lurah Tegallega Hardi Suhardiman menyentil minimnya sinergi dua perguruan tinggi besar di wilayahnya, yakni IPB University dan Universitas Pakuan (Unpak), dengan masyarakat sekitar. Menurut dia, keberadaan kampus tersebut belum memberi dampak nyata bagi warga.
Ia menilai kampus besar semestinya dapat berperan lebih aktif dalam pemberdayaan lingkungan sekitar.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih baik sehingga keberadaan akademisi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah,” ujar Hardi, Rabu, 29 April 2026.
Ia mengatakan, hingga kini komunikasi antara pihak kelurahan dengan institusi pendidikan tersebut belum berjalan optimal. Padahal, keberadaan kampus memiliki potensi besar untuk mendukung program sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Selain menyoroti minimnya kolaborasi, Hardi juga mengungkap adanya keluhan warga RW 004 terkait dugaan pembakaran sampah oleh pihak Fakultas Teknik Unpak. Aktivitas itu dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Kelurahan Tegallega juga menghadapi persoalan rumah kost tanpa izin. Berdasarkan pendataan wilayah, sekitar 85 persen rumah kost diduga belum memiliki legalitas resmi.
Masalah lingkungan turut menjadi perhatian, terutama kondisi Sungai Ciparigi yang kerap memicu banjir akibat bangunan di bantaran sungai serta dugaan pencemaran limbah cair dari kawasan komersial.
Meski dihadapkan pada berbagai persoalan, pemerintah kelurahan tetap menjalankan program budidaya maggot, pemasangan CCTV swadaya warga, penanganan stunting, dan penguatan mitigasi bencana.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post