BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kelurahan Cibogor, Kota Bogor, mencatat penurunan angka stunting dalam dua tahun terakhir. Namun, di balik capaian itu, persoalan sanitasi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga.
Lurah Cibogor Teguh Setyawan mengatakan, kasus stunting yang pada 2024 tercatat sebanyak 34 kasus kini turun menjadi 20 kasus pada 2026. Penurunan itu diklaim hasil dari berbagai intervensi, termasuk program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat).
“Program Dahsyat sudah kami jalankan tujuh kali dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi warga,” kata Teguh dalam kegiatan media gathering di Aula Kelurahan Cibogor, Rabu, 29 April 2026.
Meski demikian, Teguh mengakui persoalan sanitasi belum tertangani secara menyeluruh. Hingga kini masih terdapat sekitar 344 titik yang membutuhkan septic tank komunal untuk menekan praktik buang air besar sembarangan.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan besar karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan lingkungan warga.
Selain sanitasi, Cibogor juga menghadapi kerawanan banjir lintasan dan longsor. Wilayah yang berada di dataran rendah itu kerap menerima aliran air kiriman dari kawasan sekitar, terutama saat hujan deras.
“Kalau hujan besar, air cepat naik. Kami terus berkoordinasi dengan unsur wilayah untuk mitigasi,” ujarnya.
Di sektor lain, pemerintah kelurahan mengklaim situasi keamanan mulai membaik. Program Jaga Lembur yang dijalankan bersama kepolisian disebut mampu menekan tawuran remaja dalam dua bulan terakhir.
Kelurahan Cibogor memiliki luas 46,51 hektare dengan jumlah penduduk 7.110 jiwa yang tersebar di enam RW dan 28 RT. Wilayah ini berbatasan dengan Kebon Pedes, Pabaton, Ciwaringin, serta kawasan Alun-Alun Kota Bogor.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post