BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Kabupaten Bogor menggelar demonstrasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bogor, Kamis, 21 Mei 2026. Aksi itu menyoroti persoalan layanan dasar dan arah pembangunan di Kabupaten Bogor.
Mahasiswa menilai pemerintah daerah belum mampu menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur publik.
Ketua Komisariat PMII Unusia Kabupaten Bogor, Arina Sa’yin Afifa, mengatakan pembangunan yang selama ini diklaim berhasil tidak dirasakan merata oleh masyarakat.
“Di tengah klaim keberhasilan pembangunan, masyarakat justru menghadapi persoalan serius, mulai dari krisis ketenagakerjaan, buruknya pendidikan, konflik agraria, lemahnya layanan kesehatan, hingga matinya penerangan jalan umum,” kata Arina dalam aksi tersebut, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam demonstrasi itu, PMII Unusia membawa lima tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya meminta penghentian penggusuran dan intimidasi terhadap masyarakat tani di kawasan Gunung Salak serta mendorong reforma agraria yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan audit terhadap tata kelola anggaran pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik yang dinilai rawan penyimpangan dan ketimpangan pembangunan.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah memulihkan layanan dasar masyarakat, termasuk mengaktifkan kembali BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga miskin serta mengevaluasi pelayanan rumah sakit daerah dan puskesmas.
Persoalan infrastruktur turut menjadi sorotan. Mahasiswa menilai banyaknya penerangan jalan umum yang mati, khususnya di wilayah Bogor Barat, mengancam keselamatan warga.
PMII juga meminta pemerintah menghentikan model pembangunan yang dinilai lebih menguntungkan elite politik dan pemodal besar dibanding masyarakat kecil.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor Farid Ma’ruf yang hadir mewakili Bupati Bogor menyatakan pemerintah siap memfasilitasi aspirasi mahasiswa.
“Kita siap memfasilitasi tuntutan teman-teman mahasiswa. Aspirasi akan ditindak lanjuti,” kata Farid.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post