BogorOne.co.id | Jakarta – Presiden FIFA Gianni Infantino membuka peluang penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Wacana itu akan dikaji setelah Piala Dunia 2026 berakhir, meski rencana tersebut telah memicu penolakan dari sejumlah petinggi sepak bola dunia.
Jika disetujui, jumlah peserta akan bertambah 16 negara dari format 48 tim yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti 32 tim sejak edisi 1998 hingga 2022.
“Turnamen dengan 64 tim tentu akan menjadi isu yang akan dikaji dan dibahas di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini,” kata Infantino, seperti dikutip The Athletic, Minggu, 12 Juli 2026.
Piala Dunia 2030 akan digelar di enam negara yang tersebar di tiga benua. Uruguay, Argentina, dan Paraguay mendapat jatah menggelar laga pembuka sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia. Sementara sebagian besar pertandingan akan berlangsung di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
Menurut Infantino, Piala Dunia merupakan ajang milik seluruh dunia, bukan hanya negara-negara kuat di Eropa dan Amerika Selatan. Ia berpendapat semakin banyak negara yang tampil, semakin besar pula dorongan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di berbagai kawasan.
“Setiap negara harus diberi kesempatan untuk bermimpi tampil di Piala Dunia. Jika negara-negara yang lebih kecil tidak diberi kesempatan, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Gagasan memperluas peserta menjadi 64 tim pertama kali diajukan Presiden Federasi Sepak Bola Uruguay Ignacio Alonso dalam rapat Dewan FIFA pada Maret 2025. Beberapa bulan kemudian, Presiden Conmebol Alejandro Dominguez menyebut format tersebut sebagai “mimpi” yang dapat menyatukan dunia melalui sepak bola.
Selain memperluas partisipasi, format baru juga dinilai memberi peluang bagi Uruguay, Argentina, dan Paraguay untuk menjadi tuan rumah lebih banyak pertandingan pada Piala Dunia 2030, bukan sekadar menggelar laga pembuka.
Namun usulan itu menuai kritik. Pelatih Ghana Carlos Queiroz menilai perluasan peserta telah mengurangi nilai kompetitif babak kualifikasi dan membuat Piala Dunia kehilangan eksklusivitasnya.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan menyebut gagasan tersebut sebagai ide yang buruk. Menurut dia, penambahan peserta berpotensi menurunkan kualitas turnamen sekaligus mengganggu sistem kualifikasi di Eropa.
Sikap serupa disampaikan Presiden CONCACAF Victor Montagliani. Ia menilai format 64 tim bukan solusi yang tepat bagi perkembangan sepak bola dunia.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post