BogorOne.co.id | Kota Bogor – Musim kemarau mulai menurunkan debit aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa bahkan tercatat menyentuh 0 sentimeter sejak Selasa malam, 14 Juli 2026.
Pantauan di Bendung Katulampa, Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan aliran sungai dalam kondisi surut. Dasar sungai yang biasanya tertutup air tampak jelas, memperlihatkan bebatuan di sepanjang aliran. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah anak untuk bermain di area sungai yang sebelumnya terendam.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan penurunan TMA hingga 0 sentimeter bukan kali pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, tinggi muka air masih berada di kisaran 10 sentimeter sebelum kembali turun.
“Untuk sekarang Bendung Katulampa mulai surut, TMA 0 sentimeter. Untuk irigasi masih normal,” kata Alwan.
Menurut dia, fluktuasi tinggi muka air masih tergolong wajar. Dalam beberapa hari terakhir, TMA sempat turun menjadi 0 sentimeter selama satu hingga dua jam, kemudian kembali naik ke angka 10 sentimeter sebelum kembali menyusut.
“Beberapa hari memang pernah 0, cuma satu sampai dua jam, terus 10 lagi, 0 lagi begitu,” ujarnya.
Meski debit Sungai Ciliwung menurun drastis, Alwan memastikan pasokan air untuk kebutuhan irigasi belum terganggu. Namun, dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah hulu, terutama berkurangnya ketersediaan air tanah yang menyebabkan sebagian sumur warga mengering.
“Sebagian besar mungkin yang di atas sana ada banyak sumur warga yang kekeringan. Kalau di sini untuk kondisi irigasi masih aman, cuma TMA Ciliwungnya kosong,” katanya.
Ia menambahkan, peluang kenaikan debit air dalam waktu dekat masih bergantung pada curah hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Bogor masih didominasi kondisi cerah hingga berawan sehingga belum ada indikasi hujan dengan intensitas tinggi.
“Untuk prediksi sementara, bulan-bulan sekarang BMKG belum ada curah hujan tinggi. Rata-rata cerah sama berawan,” ujarnya.
Alwan tetap mengingatkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran dan wilayah hilir Sungai Ciliwung agar tidak lengah. Meski musim kemarau berlangsung, hujan lokal di kawasan hulu masih dapat memicu kenaikan debit air secara mendadak.
“Kepada warga masyarakat yang ada di hilir bantaran Kali Ciliwung, tetap siaga dan waspada saja. Saat hujan, ada beberapa wilayah yang berpotensi hujan,” kata Alwan.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post