BogorOne.co.id | Kota Bogor – Musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027 mulai menjadi perhatian Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Meski produksi air bersih masih berjalan normal, perusahaan daerah itu mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat meningkatnya konsumsi dan menurunnya debit sejumlah sumber air.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengatakan kondisi sumber air baku dari Sungai Cisadane dan Ciliwung hingga kini masih mampu menopang kebutuhan pelanggan.
Namun, panjangnya periode kemarau membuat perusahaan harus mempercepat sejumlah langkah antisipasi agar pelayanan tetap terjaga.
“Kenapa kita harus mempercepat pelayanan? Karena menurut informasi, musim kemarau atau kekeringan ini diprediksi akan berlangsung panjang. Bahkan, katanya bisa berlanjut hingga bulan Maret atau April tahun depan. Jadi, kita memang harus bersiap-siap,” ujar Rino, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, kondisi air baku memang mulai menunjukkan sejumlah perubahan. Kualitas air di beberapa sumber mengalami penurunan, sementara sejumlah mata air mencatat penurunan debit. Meski demikian, kondisi itu belum berdampak terhadap kapasitas produksi.
“Alhamdulillah, kondisi Sungai Cisadane dan Ciliwung masih bisa memenuhi target air baku kita. Walaupun kualitas airnya agak sedikit menurun, secara keseluruhan kondisinya masih bagus. Produksi kita masih berjalan normal,” katanya.
Tantangan terbesar saat ini, kata Rino, justru berada pada sisi distribusi. Lonjakan penggunaan air secara bersamaan membuat tekanan jaringan menurun, terutama di kawasan yang berada di ujung sistem pelayanan.
Wilayah Bogor Barat dan Bogor Utara menjadi beberapa daerah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air ketika konsumsi meningkat.
“Tantangan yang cukup sulit saat ini adalah pemakaian air secara serentak yang makin masif oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan aliran air mengecil di daerah-daerah tertentu, khususnya di area ujung jaringan,” ucapnya.
Untuk menjaga kualitas pelayanan, Tirta Pakuan juga terus melakukan perbaikan infrastruktur. Salah satunya perbaikan jaringan di Jalan Semeru, tepatnya di depan RSUD Kota Bogor, yang sebelumnya sempat menyebabkan gangguan pelayanan.
Rino menyebut pekerjaan tersebut telah rampung dan distribusi air kembali dialirkan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi jaringan.
Selain menjaga pasokan pelanggan, Tirta Pakuan juga menyiapkan layanan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.
“Untuk perbantuan kekeringan, permintaannya memang banyak. Kita selalu bekerja sama dengan BPBD. Banyak masyarakat yang mengalami kekeringan, namun mereka memang belum mau berlangganan PDAM,” ujarnya.
Ke depan, Tirta Pakuan akan mempercepat perluasan jaringan perpipaan di sejumlah wilayah yang memungkinkan. Upaya itu diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air bantuan saat musim kemarau.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post