BogorOne.co.id | Kabupaaten Bogor – Pergeseran anggaran tahap ketiga APBD Kabupaten Bogor membuka ruang bagi percepatan pembangunan infrastruktur. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bogor menjadi penerima alokasi terbesar dengan tambahan anggaran mencapai Rp90 miliar.
Kepala DPU Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengatakan dana hasil pergeseran anggaran tersebut akan difokuskan untuk program yang menjadi tugas pokok instansinya, mulai dari pembangunan jalan, pemeliharaan jalan dan jembatan, hingga pembangunan irigasi serta sumber daya air.
“Dibangun sesuai dengan tugas fungsi kita, pembangunan jalan, pemeliharaan jalan dan jembatan, serta irigasi dan sumber daya air,” kata Suryanto, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut dia, anggaran tambahan tersebut tidak termasuk untuk pembangunan dua jembatan di ruas Bojonggede-Kemang (Bomang). Kedua proyek itu telah lebih dahulu masuk dalam program yang dilelang sebelum perubahan parsial ketiga dilakukan.
“Bomang sudah dilelang duluan, yakni Jembatan Situ Nangerang dan Jembatan Pesanggrahan. Itu di luar parsial ketiga,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah menuntaskan perubahan parsial ketiga APBD 2026. Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Achmad Wildan mengatakan proses penyesuaian anggaran telah selesai sehingga seluruh perangkat daerah dapat segera menjalankan program yang telah ditetapkan.
“Perubahan parsial tiga sudah selesai. Para pengguna anggaran tinggal menjalankan masing-masing program yang sudah ditetapkan,” kata Wildan.
Ia menjelaskan total nilai perubahan parsial ketiga mencapai Rp120 miliar. Sebagian besar anggaran dialihkan ke DPU setelah rencana pembangunan hotel asrama haji senilai Rp120 miliar batal direalisasikan pada tahun ini.
“Anggarannya digeser ke DPU sebesar Rp90 miliar, sedangkan sisanya dibagi ke dinas-dinas lain,” ujar Wildan.
Selain itu, anggaran pengadaan videotron juga dialihkan menyusul adanya rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dana tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan lain, salah satunya perbaikan atap Stadion Pakansari melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Wildan menambahkan kondisi kas daerah masih mencukupi untuk mendukung berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. Saat ini masih tersedia sekitar Rp400 miliar yang siap digunakan oleh organisasi perangkat daerah.
“Anggaran masih ada Rp400 miliar di kas daerah. Semua tidak ada masalah, termasuk program bantuan keuangan infrastruktur desa. Tinggal dijalankan saja,” katanya.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post