BogorOne.co.id – Dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil beberapa langkah. Mulai dari penetapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga pembatasan kegiatan masyarakat lainnya.
Hal itu dikemukakan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memimpin rapat koordinasi dampak abu vulkanik di Balai Kota Bogor, Minggu (6/9/2026) malam.
Jenal Mutaqin memaparkan, saat ini hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) University menunjukkan bahwa Kota Bogor berada di level sedang dengan skoring 83.
“Sedang itu kalau di warna indikatornya biru. Maka dalam status sedang, masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan catatan dibatasi,” kata Jenal Mutaqin usai rakor.
Penentuan kategori kedaruratan dan kesiapsiagaan ini juga merujuk pada Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pun merujuk pula pada SE Gubernur Jawa Barat Nomor 119 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat. Untuk itu, rakor mengusulkan beberapa masukan dari OPD terkait.
Pertama, tentang teknis PJJ yang akan dilakukan di Kota Bogor pada tanggal 7 dan 8 September. Dimulai dari tingkat pendidikan yang paling bawah, termasuk PKBM.
“Selama dua hari itu, pihak petugas kebersihan sekolah secara mandiri melakukan pembersihan. PJJ baru kita terapkan dua hari dengan menunggu hasil kualitas udara besok (Senin) sore,” ungkap Jenal Mutaqin.
Pemkot Bogor melalui Dinkes Kota Bogor juga menyiapkan 250.000 masker medis. Dengan sasaran sesuai SE Kemenkes, yakni anak-anak, lansia, pekerja lapangan, hingga masyarakat yang memiliki kerentanan penyakit pada pernapasan.
Mulai Minggu (6/9/2026) malam pula, Pemkot Bogor juga melakukan penyemprotan jalan-jalan protokol dan fasilitas publik lainnya. Termasuk pedestrian dan tanaman-tanaman yang ada di sepanjang jalan.
“Kita akan coba maksimalkan mulai malam hari ini, sehingga besok proses pembersihan yang dilakukan oleh petugas pasukan kuning di Dinas Lingkungan Hidup sudah lembap udaranya. Khawatir kalau disapu dengan kondisi kering, justru akan tersebar debunya,” ujar Jenal Mutaqin.
Di luar itu, Dinkes juga akan menambah fokus pada Cek Kesehatan Gratis (CKG) di tiap puskesmas di wilayah. Hal itu untuk memastikan apakah ada warga yang terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kita akan terus bertahap, Insyaallah setiap hari OPD siapa berbuat apa, kita akan bergerak bekerja sama, saling berkoordinasi, termasuk dengan instansi vertikal, Kepolisian dan TNI,” bebernya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post